logo


Produktivitas Padi di Sawahlunto Menurun 20 Persen

Meski begitu, kebutuhan beras masyarakat Sawahlunto selama 2015 masih bisa tercukupi

13 November 2015 14:24 WIB

Ilustrasi. (Dok. Jitunews)
Ilustrasi. (Dok. Jitunews)

SAWAHLUNTO, JITUNEWS.COM- Dampak kemarau dan kabut asap yang melanda Kota Sawahlunto, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) beberapa bulan kemarin, mengakibatkan penurunan produktivitas padi petani. Bahkan, di musim tanam kedua tahun ini (2015), diperkirakan produktivitasnya menurun hingga 20 persen dibanding masa tanam pertama.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih mengakui, saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya gagal panen, namun untuk produksi padi di masa tanam kedua tahun ini, dipastikan mengalami penurunan.

“Diperkirakan penurunan produksi padi masa tanam kedua mencapai 20 persen, yakni hanya bisa mencapai produksi sekitar 3,8 ton perhektarnya. Dibanding masa tanam pertama, angka produksi mencapai 4,8 ton perhektarnya,” ujarnya, Jumat (13/11).


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Menurutnya, penurunan ini terjadi akibat kurangnya pasokan air pada areal sawah tadah hujan, yang merupakan lahan persawahan terbesar di Kota Sawahlunto. Ditambah lagi dengan kondisi terhalangnya sinar matahari yang dibutuhkan oleh tanaman padi untuk proses fotosintetesis, akibat kabut asap beberapa waktu lalu.

Ia pun menambahkan, kendati padi bukanlah tanaman air, namun tanaman padi ini sangat bergantung dengan pasokan air di fase-fase awal penanaman. Akan tetapi, terangnya, kondisi itu masih dapat diatasi dengan mengupayakan pasokan air menggunakan mesin pompa, yang kemudian dialirkan ke sawah tadah hujan sebagai upaya untuk mengurangi potensi gagal panen akibat kemarau.

“Dengan penduduk sekitar 65 ribu jiwa, Kota Sawahlunto membutuhkan sekitar 6.500 ton beras pertahunnya, dengan perkiraan tingkat produksi beras sebanyak 100 kilogram per orang dalam satu tahun. Sedangkan produksi padi di kota ini berkisar 8.000 sampai 8.500 ton permasa tanam, dengan luas lahan sekitar 2.945 hektare. Berdasarkan hasil itu, kita menyimpulkan kebutuhan pangan masyarakat masih tercukupi selama tahun 2015 ini,” tukasnya. (Muhammad Noli Hendra)

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro