logo


Pengamat Injelijen: Jokowi-JK Secara Psikologis Bukan Lagi Pemimpin

Pernyataan itu keluar dari mulut Pengamat Intelijen Jhon Mempi

12 November 2015 00:00 WIB

Jokowi-Jusuf Kalla
Jokowi-Jusuf Kalla

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mengingat kekacauan-kekacauan yang terus timbul di rezim pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, maka rezim ini pun dipenghujung pemakzulannya. Pernyataan itu keluar dari mulut Pengamat Intelijen Jhon Mempi.

"Secara psikologis kepemimpinan Jokowi sudah lengser. Dia (Jokowi) sudah tidak dianggap lagi oleh menteri-menterinya. Dulu bilangnya nggak impor tahunya impor, BBM katanya nggak naik tahunya naik," ujar Jhon saat menghadiri Deklarasi 'Selamatkan NKRI' di Restoran Raden Raden Bahari, Jalan Buncit Raya 135, Jakarta Selatan, Kamis (12/11).

Lanjut Jhon, negara ini seperti Negara ini, kata Jhon, negara mempunyai pemimpin tetapi tidak ada yang mengatur.

"Kita ini seperti jalan sendiri-sendiri, karna nggak ada pilotnya, ada pilot cuma ngak ada instrument. Situasi ini semua kacau. Istana kacau, sana berantem, tim sukses Jokowi sendiri berantem," katanya.

"Yang mengendalikan negara ini siapa? Lihat perintah-perintahnya tidak dipatuhi. Negara yang mengendalikan siapa?. Pedagang karena ini diuntungkan dan yang dirugikan rakyat. Yang matok harga pedagang pemerintah tidak bisa bertindak," tambahnya.

Ditanya terkait Prabowo Subianto bakal diajukan sebagai pengganti Jokowi, Jhon menilai bodoh jika Prabowo mau.

"Kalau untuk lima tahun, secara psikologis tidak bertahan lima tahun. Nantinya yang menggantikannya itu melalui kesepakatan. Apabila Prabowo naik tentu dia goblok. Karena negara sudah kacau dia yang nanggung. Misalnya BUMN rugi, lalu dipilih jadi direktur otomatis dia mau masuk penjara," pungkasnya.

Andi Arief Berharap Jokowi Menginap di Tenda Pengungsian

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan