logo


Soal Kakao dan Kopi, Balitbang Kementan: Mental Masyarakat Harus Diubah

Kakao yang berkualitas merupakan kakao yang sudah melalui tahap fermentasi

9 November 2015 11:38 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dalam rangka menjadi kopi dan kakao Indonesia nomor wahid di dunia, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan), Muhammad Syakir mengungkapkan, semua itu diawali dengan mengubah mental masyarakat Indonesia. Sebab menurutnya, masyarakat Indonesia cenderung menginginkan yang instan dan cepat, terutama ketika mengolah dan mengembangkan tanaman kopi dan kakao.

"Selama ini yang terjadi adalah masyarakat setelah panen, kurang memerhatikan langkah fermentasi kakao yang baik, sehingga harganya anjlok. Sementara kakao yang telah melewati langkah fermentasi baik, memiliki nilai lebih dalam pemasarannya," katanya, Minggu (9/11), di Jakarta. 

Proses mengubah mental tersebut dinilai Syakir sebagai sebuah tantangan tersendiri. Pasalnya, bukan menjadi hal mudah memberikan pengertian yang baik kepada masyarakat, terkait pentingnya langkah fermentasi. "Kita sudah melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat, bagaimana menghasilkan kakao yang berkualitas baik, mulai dari pemeliharaan tanaman kakao, hingga upaya lanjutan pada pascapanen," jelasnya.


Harga Referensi CPO Melemah, Biji Kakao Naik

Karena itu, upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya langkah fermentasi ini, terus digalakkan melalui penyuluhan dan sejumlah pendampingan lainnya. "Selain upaya pendampingan, upaya perbaikan pada alat fermentasi juga dilakukan dengan teknologi yang baru. Tujuannya, untuk mendukung percepatan proses fermentasi tersebut," pungkasnya.

 

Diplomasi Kopi Presiden Jokowi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro