logo


Ingin Swasembada Pangan, Jumlah Petani RI Malah Merosot

Penurunannya sebesar 3,13 persen

6 November 2015 10:42 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Keinginan Indonesia yang berupaya mengejar swasembada bahan pokok, rupanya tak dibarengi dengan jumlah petani yang ada. Pasalnya, menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (5/11), terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 3,13 persen.

Direktur Neraca dan Analisis Statistik, BPS, Kecuk Suharyanto mengatakan, bahwa terjadi penurunan jumlah pekerja di sektor pertanian. Sebelumnya, pada Agustus tahun lalu jumlah pekerja di sektor pertanian masih berada pada angka 38,97 juta orang, namun pada tahun ini (2015) jumlah berkurang menjadi 37,75 juta orang.

"Pada Agustus 2014, jumlah pekerja di sektor pertanian sebesar 38,97 juta orang. Meskipun begitu, sektor pertanian tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia," tutur Kecuk, Kamis (5/11), di Kantor BPS, Jakarta.


Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Penurunan ini tentunya sangat disayangkan, manakala pemerintah menggembor-gemborkan program swasembada pangan pada tahun 2019 nanti. Padahal di lain sisi, profesi petani seakan-akan ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah seyogyanya perlu melakukan upaya sosialisasi yang baik kepada pekerja di sektor pertanian tersebut.

Sebelumnya, Kepala BPS Suryamin juga mengatakan, saat ini banyak kencenderungan pemuda yang berada di desa untuk mengadu nasib ke kota-kota besar. Hal ini akibat kurang populernya profesi petani di mata mereka sehingga lebih memilih pergi dan bekerja di kota.

"Ya ada tren pemuda-pemuda kita di desa itu untuk pergi dan bekerja di kota. Artinya, pekerjaan sebagai petani itu sudah dianggap tidak menarik dan ini juga yang harus diatasi pemerintah," tutur Suryamin.

Kesejahteraan Petani Menurun, Mentan Siap Melawan Usaha Alih Fungsi Lahan

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Christophorus Aji Saputro