logo


Tips Merawat Katsuba, 'Si Merah Pembawa Hoki'

Kastuba dikenal juga dengan sebutan Christmas Flower

5 November 2015 15:37 WIB

Katsuba. (wikipedia)
Katsuba. (wikipedia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Perayaan Hari Raya Natal yang diperingati setiap 25 Desember, selalu disambut dengan sukacita bagi para pemeluk agama Nasrani. Untuk menambah kemeriahan Natal, tanaman yang satu ini kerap menjadi hiasan. Adalah tanaman bunga Kastuba atau yang sering disebut juga sebagai Christmas Flower. 

Secara kasat mata, tanaman ini berwarna merah menyala pada daunnya. Dan menariknya, tak hanya sebagai penghias natal, konon sebagian masyarakat juga mempercayai bahwa tanaman ini bisa membawa hoki alias keberuntungan bagi pemiliknya. Namun, yang harus diketahui keindahan tanaman inilah yang menjadi daya tarik penghobi tanaman, untuk menanam dan meletakkannya di teras rumah.

Meski daunnya berwarna merah menyala, namun ketika tanaman yang bernama latin Poinsettia ini tua, warna daunnya akan pudar dan berubah menjadi warna hijau. Menurut Dewi (41), salah satu penjual tanaman hias, perubahan warna daunnya tersebut dikarenakan adanya perubahan lingkungan di mana tanaman tersebut ditanam. Selain itu, wanita yang memiliki lapak usaha tanaman hias di pertengahan Mal Cijantung dan Pasar Rebo, Jakarta ini mengatakan, keunikannya tersebut membuat pembeli banyak yang tertarik. Di tempat usahanya, ia pun membanderol satu pot bunga kastuba dengan kisaran harga Rp 50.000-Rp 80.000.


Menguak Pengaruh Positif Hadirnya Tanaman Hias di Rumah

Dewi pun menginformasikan bagi para pemula yang ingin menanam tanaman ini, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu karakteristik tanaman katsuba agar mudah dalam menanam hingga ke perawatannya. "Agar tumbuh dengan baik, seperti halnya tanaman lain. Bunga Kastuba jangan terkena langsung sinar matahari agar daunnya tidak cepat rontok. Bagusnya lagi, tanaman ini diletakkan sebagai indoor plant dengan suhu ideal 21 derajat celcius," sarannya.

Kemudian, untuk media tanamnya, lanjut Dewi, adalah campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:3:1. Lalu tanaman ini juga harus diperhatikan waktu penyiramannya, jika cuacanya tidak terlalu panas, maka bisa dikurangi konsentrasi penyiraman yakni sekitar 100 cc/pot.

Sedangkan untuk pemberian nutrisi agar daunnya tumbuh lebar dan hijau, diperlukan pupuk dengan unsur hara N nya yang besar. Dan jika tanaman ini telah berbunga maka harus diberikan pupuk dengan kandungan posfornya yang lumayan tinggi, dengan rentang waktu pemberian minimal dua minggu sekali.

Bamboo Biennale 2016 Hadirkan Beragam Kreativitas dari Bambu

Halaman: 
Penulis : Hartati, Christophorus Aji Saputro