logo


Antisipasi Gagal Panen, Petani Sukoharjo Andalkan Sumur Dalam

Hama berupa burung juga menyebabkan menurun produktivitas padi di Sukoharjo

5 November 2015 10:59 WIB

Ilustrasi petani. (Dok. Jitunews)
Ilustrasi petani. (Dok. Jitunews)

SUKOHARJO, JITUNEWS.COM- Petani di Desa Dregan, Kelurahan Pabelan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah mengandalkan pengairan dari sumur dalam untuk mengantisipasi gagal panen. Pasalnya, sejak masa tanam sampai saat ini belum hujan tak kunjung turun. Padahal padi yang mereka tanam telah memasuki umur 2,5 bulan atau mendekati masa panen.

“Saya tanam padi ini pada September lalu, namun hingga November ini belum juga turun hujan. Padahal padi ini sudah mulai menguning dan membutuhkan air. Kalau sampai kekurangan air bijinya tidak berisi atau kopong,” kata petani Desa Dragen, Kartasura, Wagiyo kepada jitunews, Kamis (5/11).

Wagiyo selalu menyewa pompa air atau diesel untuk dapat mengairi sawahnya. Sekali menyewa pompa air ini dirinya harus mengeluarkan dana sebesar Rp 150.000. Padahal luas sawah yang digarapnya ini mencapai 2.000 meter persegi. “Itu belum termasuk biaya upahnya. Kalau ditotal rata-rata sehari bisa mencapai Rp 300.000,” keluh Wagiyo.  


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Selain pengairan, lanjut Wagiyo, hama burung pipit juga menjadi ancaman baginya. Soalnya, keberadaan burung yang hinggap di tanaman padi secara bergerombolan itu telah memakan padi sebelum dipanen. “Kehadiran burung pipit ini jelas mengurangi hasil panen. Selain jumlahnya yang banyak, kedatangannya juga bergerombol. Burung pipit adalah salah satu hama yang paling banyak menyerang tanaman padi dibandingkan hama tikus,” ungkap dia.

Wagiyo mengaku menggunakan peralatan seadanya secara tradisional untuk mengusir burung pipit itu. “Setiap pagi dan sore saya harus ke sawah untuk mengusir keberadaan burung pipit. Dan ini saya lakukan rutin setiap hari sebelum dipanen. Kalau nggak begitu biji padi akan habis dimakan burung pipit ini,” pungkasnya. (Labib Zamani)

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro