logo


Budidaya Jahe Merah, Wahyudi : Modal Utama Itu Harus Sabar dan Telaten!

Jahe merah baru bisa dipanen jika sudah berumur minimal sembilan bulan

4 November 2015 15:40 WIB

Dwi Wahyudi menata bibit jahe yang dibudidayakan di pekarangan rumahnya. (Foto: Tribunnews)
Dwi Wahyudi menata bibit jahe yang dibudidayakan di pekarangan rumahnya. (Foto: Tribunnews)

SLEMAN, JITUNEWS.COM - Budidaya jahe merah belakangan kian marak dan digandrungi oleh masyarakat. Selain prospektif, jahe merah juga dikenal sebagai rempah yang kaya akan manfaat kesehatannya.

Untuk memBudidayakan jahe merah ini sebenarnya tidak perlu lahan luas, Anda hanya perlu memanfaatkan teras rumah yang berukuran 3×5 meter seperti yang dilakukan warga Dusun Sumber Lor, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta, Dwi Wahyudi. Sudah sejak setahun terakhir ini, pria yang akrab disapa Wahyudi ini memBudidayakan rempah yang banyak digunakan masyarakat Indonesia.

Wahyudi menuturkan, Budidaya jahe merah ini termasuk gampang-gampang susah. Modal utama yang dibutuhkan adalah kesabaran dan ketelatenan. Meski demikian, Wahyudi yakin hobi yang kini ditekuninya jadi usaha itu cukup prospektif. Mengingat kebutuhan pasar yang tinggi.

Permintaan jahe merah tidak hanya datang dari sektor perdagangan tapi juga industri lokal maupun mancanegara. Rimpang ini tidak sekedar menjadi pendukung di industri obat-obatan tapi juga bahan baku utama.

“Saya optimis permintaan masih tetap tinggi hingga beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Jahe merah baru bisa dipanen jika sudah berumur minimal sembilan bulan. Sekali panen, hasilnya bisa sampai tujuh kuintal. Per kilogram rimpang dapat dikembangkan menjadi 70 bibit persemaian. Di pasaran, bibit dijual seharga Rp 2.500 per buah.

Salut, Mahasiswa Ini Ciptakan Ramuan Herbal untuk Enyahkan Insomnia!

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana