logo


Adjeng Ratna Suminar, Sosok Perempuan dan Politisi Tangguh

Adjeng melakukan aktifitas politiknya dengan cara yang beretika sesuai nafas Partai Demokrat

4 November 2015 00:00 WIB

Raden Adjeng Ratna Suminar. (istimewa)
Raden Adjeng Ratna Suminar. (istimewa)

Last Monday (2/11) Raden Adjeng Ratna Suminar turned 54 years old. Adjeng a female figure and a warrior who dares to voice the truth even though she has to face many risks and obstacles. Besides being famous for her bravery, Adjeng who was born on 2 November 1961 in Bandung is very polite. Probably not many people know that Adjeng conduct her political activities in an ethical manner in accordance with the soul of the Democratic Party in which she belongs to.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Senin (2/11) lalu, Raden Adjeng Ratna Suminar genap berusia 54 tahun. Adjeng merupakan sosok perempuan dan pejuang yang berani menyuarakan kebenaran walaupun harus menghadapi banyak resiko dan rintangan. Selain dikenal berani, kelahiran Bandung 2 November Tahun 1961 justru ternyata seorang yang sangat santun. Mungkin tidak banyak yang tahu, namun Adjeng melakukan aktifitas politiknya dengan cara yang beretika sesuai nafas Partai Demokrat di mana ia bernaung saat ini.


Soal prestasi tidak ada yang meragukan, banyak sudah pencapaian yang ditorehkannya demi kemajuan bangsa selama dirinya terjun dalam aktifitas sosial dan politik. Sebagai istri seorang prajurit TNI, Adjeng juga selalu mendukung tugas-tugas keprajuritan sang suami dengan penuh keikhlasan. Adjeng seperti mengajarkan kepada perempuan Indonesia untuk tetap tangguh dan berjuang mengisi kemerdekaan melalui kegiatan-kegiatan yang positif.

Politisi asal Partai Demokrat ini vokal dalam urusan pertahanan dan keamanan negara. Tercatat Adjeng dengan getol mendukung pengesahan RUU Keamanan Nasional. Menurut lulusan Program Doktoral (S3) Universitas Negeri Jakarta ini, UU Keamanan Nasional bakalan melindungi hak-hak asasi masyarakat Indonesia.

Adjeng juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Selain sibuk dalam aktifitas politik, istri dari Mayjen (Purn) Suharno ini turut aktif pula dalam dunia sosial. Adjeng merupakan Ketua Yayasan Adjeng Suharno yang bergerak di bidang sosial. Yayasan Adjeng kerap terlibat dalam aksi solidaritas kemanusiaan dan membuat acara-acara amal yang diperuntukkan untuk fakir miskin dan anak jalanan.

Hebatnya lagi, selain aktif dalam urusan sosial dan politik, perempuan kelahiran Bandung 2 November 1961 ini merupakan pengusaha sukses. Berbagai usaha dia lakoni baik dari bisnis kuliner yang terkenal di Rawa Mangun, perkebunan, peternakan sapi, perhotelan, hingga bisnis laundry yang memiliki cabang di beberapa penjuru ibu kota.

Saat ini, Adjeng menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Adjeng kini mengaku disibukkan dengan tugas-tugas kepartaian untuk menghadapi Pilkada serentak Desember nanti.

"Biasa kita mengurusi sengketa internal partai, kita juga mengurusi calon-calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Ddemokrat," terangnya.

Pada waktu Pemilu 2014 lalu, Adjeng juga sempat memberi pembekalan kiat-kiat sukses kepada para caleg perempuan dari Partai Demokrat. Adjeng dianggap mumpuni untuk memberikan pengetahuannya itu karena dia berhasil meraih suara terbanyak se-Jawa Barat pada Pemilu 2009 yaitu sebesar 140 ribu suara dari daerah pemilihan Jabar II (Kab Bandung-Kab Bandung Barat).

Kepada Jitunews.com, Adjeng menuturkan, awal dirinya masuk dalam dunia politik yaitu pada saat Partai Demokrat meminangnya untuk menjadi calon legislatif dalam Pemilu 2009. Namun tawaran itu ditolaknya karena berbagai hal. Baru pada saat dijelaskan mengenai manfaat berpolitik praktis dalam aktifitas kemanusiaannya, barulah ia mau terjun ke dunia politik agar cita-cita sosialnya bakal lebih mudah tercapai.

Yah begitulah Adjeng, semangat untuk membantu masyarakat yang lemah dan miskin sungguh sangat luar biasa. Adjeng banyak menghabiskan waktunya untuk mengelola yayasan kemanusiaan miliknya. Adjeng juga kerap dibantu oleh sang suami yang juga setipe dengannya dalam urusan sosial kemasyarakatan.

Namun kesibukan di dunia politik dan sosial tidak lekas membuatnya lupa dengan keluarga. Menurutnya, kesuksesan anak-anaknya jauh lebih penting ketimbang dengan karir politik yang dimilikinya.

"Keberhasilan seorang perempuan bukan karena karir, tapi membuat anakk-anaknya suksesĀ  dunia dan akhirat," begitu ungkapannya.

Ia selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan seluruh anggota keluarganya. Memang tidak ada jadwal yang tetap, tapi saat momen-momen spesial seperti hari ulang tahun, keluarganya mengharuskan untuk berkumpul dan selalu merayakannya bersama.

"Kita manfaatkan waktu sebaik mungkin walaupun tidak banyak," terangnya kepada Jitunews.com.

Chappy Hakim, Presdir Freeport Jadi Anak Band Semalam

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan