logo


Gandeng Kemenkumham, KKP Berikan Paket Modal Budidaya Lele Untuk Para Napi

Syarat warga binaan untuk dapat mengikuti program ini adalah telah melewati separuh masa pidananya

4 November 2015 13:42 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. (Jitunews/Latiko A.D)
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. (Jitunews/Latiko A.D)

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Usaha perikanan Budidaya dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak mengenal gender, batasan usia maupun status sosial. Sebagai bagian dari program pembinaan, Rumah Tahanan (Rutan) Salemba bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan paket model wirausaha perikanan Budidaya berbasis kelompok masyarakat.

“Bantuan paket model ini merupkan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara KKP dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Tahun 2013 lalu. Dalam nota kesepahaman tersebut disebutkan bahwa untuk mendukung peningkatan produksi perikanan Budidaya dan sekaligus untuk memberikan bekal pada warga binaan, diberikan paket bantuan model wirausaha, salah satunya usaha Budidaya lele,” tutur Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, di Jakarta, Rabu (4/11).

Penerapan nota kesepahaman antara KKP dan Kemenkumham ini telah diterapkan di beberapa Lapas, antara lain Lapas Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat; Lapas Kelas IIA Tabanan, Bali; Lapas Kelas II A Mataram, NTB; Lapas Kelas II A Tanjung Pinang, Riau; Lapas Kelas II A Rantau Prapat, Sumatera Utara; dan Lapas Kelas I A Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya DJPB, Balok Budiyanto menyampaikan kebanggaanya karena sekarang warga binaan lapas telah memiliki keterampilan dan keahlian dalam Budidaya lele.

“Untuk rutan salemba, kita berikan dua paket bantuan, senilai Rp 140 juta, berbentuk barang yaitu 6 buah kolambak fiber, pompa air, benih ikan lele, pakan dan juga aerator. Sehingga bisa langsung dioperasikan. Siklus berikutnya dapat dilakukan dengan hasil produksi siklus yang pertama. Kita harapkan setelah keluar dari Rutan Salemba, mereka mampu menerapkan keahlian dan keterampilan tersebut untuk melanjutkan hidupnya dengan lebih bermanfaat dan produktif,” terang Balok.

Kepala Rutan Salemba, Satriya mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik paket bantuan ini, karena memberikan kesibukan yang bersifat positif bagi warga binaan dalam mengisi waktu luang.

“Kita juga harapkan setelah menjalani masa tahanan, warga binaan mampu kembali ke masyarakat dengan membawa bekal yang cukup dan keterampilan, Budidaya lele ini adalah salah satunya. Salah satu syarat warga binaan untuk dapat mengikuti program ini adalah telah melewati separuh masa pidananya,” jelas Satriya.

Lebih lanjut Slamet menambahkan, kerjasama antara KKP dan Kemenkumham untuk meningkatkan keterampilan para warga binaan ini pun akan terus dikembangkan.

“Usaha Budidaya ikan adalah usaha yang menguntungkan. Pemberian bekal keetrampilan Budidaya ikan, kita harapkan akan mampu memberikan motivasi dalam melakukan usaha Budidaya ikan. Imbasnya adalah muncul wirausaha-wirausaha baru di bidang Budidaya ikan, yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraannya”, pungkas Slamet.

KKP Kembangkan Benih Ikan Bermutu, DPR Beri Apresiasi

Halaman: 
Penulis : Riana