logo


512 Desa Kekeringan, Stok Beras Jatim Menipis

Pemda Sumenep melakukan droping air dan juga memerbanyak pembuatan sumur pompa di beberapa daerah

2 November 2015 00:00 WIB


SURABAYA, JITUNEWS.COM - Hujan tak kunjung datang membuat Pemprov Jatim memerpanjang status siaga kekeringan sampai 1 Desember 2015 mendatang. Kepala Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Sudarmawan mengungkapkan, dampak kekeringan berkepanjangan tersebut membuat sekita 512 desa di 24 kabupaten di Jatim mengalami kering kritis.

"Kekeringan yang paling parah ada di lima kabupaten antara lain Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep serta Trenggalek. Kami sudah upayakan droping air bersih untuk daerah-daerah tersebut," ungkap mantan Sekda Kabupaten Bangkalan ini saat dihubungi ponselnya, Senin (2/11).

Pria yang saat ini menjadi Plt Bupati Sumenep ini mengatakan untuk mengatasi kekeringan ini, pihaknya melakukan droping air dan juga memerbanyak pembuatan sumur pompa di beberapa daerah yang merupakan titik-titik terparah yang mengalami kekeringan.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo kembali memastikan untuk tidak mengirimkan beras ke propinsi lain atas permintaan pemerintah pusat. Alasannya Jatim sangat membutuhkan beras untuk menyuplai beberapa daerah yang mengalami kekeringan tersebut.

"Musim tanam mundur sehingga stok pangan menipis. Saya sudah kirim surat ke Presiden Jokowi untuk itu," ungkapnya saat ditemui di Grahadi Surabaya.

Dikatakan Soekarwo, ketersediaan stok beras Jatim untuk kebutuhan raskin masih cukup sampai Desember dan jatah bulan ke-13 dan 14. “Jumlah stok beras medium Bulog Jatim dari hasil pembelian sebanyak 246 ribu ton. Beras Bulog Jatim ini jangan dikirim ke luar provinsi,” tegasnya.

(Ari Setiawan)

Antisipasi Gagal Panen, Petani Sukoharjo Andalkan Sumur Dalam

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan