logo


Minyak Pertamina Asal Aljazair Tiba di Kilang Balikpapan

27 Maret 2014 16:23 WIB


BALIKPAPAN, JITUNEWS.COM – MT Gunung Geulis milik PT Pertamina (Persero) tiba di Pelabuhan Lawe-lawe, Rabu (26/03) lalu. Kapal ini mengangkut sekitar 600 ribu barel Saharan Crude dari Aljazair. Vice President Corporate Communcation Pertamina, Ali Mundakir menyatakan kapal ini membawa lifting perdana Saharan Crude yang diproduksi dari lapangan minyak hasil akuisisi Pertamina di Aljazair.

"Kapal melanjutkan perjalanan dan tiba di Terusan Suez pada 2 Maret 2014. Dari Terusan Suez, MT Gunung Geulis dikawal 4 tentara Angkatan Laut Inggris hingga ke Srilanka, dan tiba di tanah air kemarin pagi," kata Ali dalam laporan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Pelayaran internasional yang dilaksanakan oleh MT Gunung Geulis ini merupakan pelayaran internasional pertama yang dilakukan oleh kapal milik Pertamina setelah vakum selama kurang lebih 27 tahun.

Saharan Crude rencananya akan diolah di Kilang Pertamina Unit V Balikpapan untuk menghasilkan produk unggulan seperti Premium, Pertamax, Kerosene, Avtur, LPG dan produk lainnya.

Kilang Pertamina Unit V Balikpapan, dengan kapasitas 260 ribu barel per hari, merupakan salah satu kilang andalan untuk memenuhi kebutuhan 26% BBM di tanah air. Sebagian besar hasil produk dari Kilang Balikpapan didistribusikan untuk wilayah Indonesia Timur dan Jawa Timur.

“Setelah proses bongkar selama dua hari, Saharan Crude yang tergolong Light Crude (minyak mentah berkualitas tinggi) akan kami olah bersama dengan crude lainnya, di Kilang Balikpapan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan Bahan Bakar dalam negeri," tegas Ali.

Pengapalan lifting perdana Saharan Crude ke Tanah Air menggunakan kapal milik Pertamina dan diolah di kilang Pertamina, merupakan bagian dari upaya BUMN energi ini dalam menjaga pasokan dan ketahanan energi nasional.

"Satu langkah ini diharapkan menimbulkan efek domino positif yang terus bergulir dengan melibatkan seluruh elemen bisnis di Pertamina dalam upaya meningkatkan ketahanan energi nasional," pungkasnya.

 

Wamendag Ngotot Soal Sustainable Palm Oil di Parlemen Eropa

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya, Tommy Ismaya