logo


Kemarau dan Kabut Asap Bikin Petani Hortikultura Merana

Beberapa petani hortikultura di Sumatera Barat gagal panen

1 November 2015 12:22 WIB


SUMBAR, JITUNEWS.COM- Akibat kemarau panjang ditambah kabut asap yang semakin pekat, ratusan hektare lahan yang ditanami tanaman hortikultura di wilayah Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami gagal panen.

Kegagalan panen tersebut salah satunya dialami oleh H. Herman Jamal dan Edi Saputra, dua petani yang mempunyai tanaman bawang merah, cabai, kentang, dan lobak ini hidupnya kian miris lantaran kabut asap dan kemarau.

"Lahan yang saya punya luas tanamannya mencapai tiga hektare, selama ini saya punya pekerja 40 orang setiap hari, namun karena kabut asap dan kemarau, kini sebagian besar pekerja harus dirumahkan. Begitu juga dengan ladang yang saya punya," ujar Herman, Sabtu (31/10). 


Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Ia pun mengakui bahwa hal ini membuat hasil pertanian menurun drastis hingga 50 persen. Kondisi pun makin parah karena harga cabai di Sumbar kini hanya Rp 11.000/kg. Harga tersebut jika dihitung dengan biaya perawatan tanaman, total tak seimbang. "Kondisi ini telah berlangsung sejak Juli lalu, sehingga akan menjadi kesulitan terhadap ekonomi masyarakat di Alahan Panjang dan sekitarnya," katanya.

Selain itu, gagal panen ini berdampak terhadap keramaian pasar. Hal ini terlihat pada aktifitas jual beli di Pasar Alahan Panjang yang kian lesu. Apalagi masyarakat daerah tersebut sebagian besar hanya menggantungkan pada hasil tani terutama hortikultura. (Muhammad Noli Hendra)

Kesejahteraan Petani Menurun, Mentan Siap Melawan Usaha Alih Fungsi Lahan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
 
×
×