logo


Cara Menanam Tanaman Kacapiring Agar Tumbuh Maksimal

Tanaman ini berasal dari China dan Jepang yang masuk ke Indonesia pada pertengahan abad ke-18

30 Oktober 2015 00:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tanaman endemik yang memiliki nama latin Gardenia Jasminoides J.Ellis ini memiliki warna putih pada bagian bunganya dan mampu menebarkan aroma yang cukup harum. Yap, tanaman yang dimaksud adalah Kacapiring atau lebih dikenal dengan Gardenia.

Di Indonesia sendiri tanaman ini memiliki berbagai macam sebutan. Seperti di Aceh misalnya, tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan Raja Puteh atau Meuleu Bruek. Di tanah Sunda, biasa disebut Ceplok Piring, dan di Bali lebih dikenal dengan nama Jempiring.

Meskipun tanaman ini banyak tersebar di berbagai wilayah yang ada di Indonesia, tetapi diduga tanaman ini berasal dari China dan Jepang yang masuk ke Indonesia pada pertengahan abad ke-18.

Salah satu penghobi tanaman hias, Fatmah (59) seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa sudah sejak lama ia menyenangi tanaman hias ini. Menurutnya selain cantik, tanaman kacapiring memiliki aroma yang menebarkan keharuman yang disukainya. Fatmah pun mengatakan semenjak menanam tanaman ini di rumah, ia tak perlu repot lagi menyemprotkan wewangian aroma terapi karena wangi yang ditebarkan tanaman kacapiring sudah semerbak.

Saking menyukai tanaman ini, ia rela belajar mengenai cara menanam kacapiring di halaman rumahnya. Lebih lanjut ia menginfokan sebelum menanam tanaman ini, penghobi tanaman hias haruslah mengetahu jenis tanaman yang termasuk genus gardenia ini.

“Saran saya, haruslah mengetahui dahulu jenis tanaman ini agar disesuaikan dengan iklim tempat tinggal kita,” tuturnya.

Fatmah mengatakan, tanaman ini akan tumbuh subur di daerah yang memiliki tingkat kelembaban udara yang tinggi dengan curah hujan yang banyak. Selain itu, tingkat keasaman juga berperan penting. Idealnya tingkat keasaman (Ph) tanah harus berkisar antara 5 hingga 6.

Biasanya, tanaman kaca piring yang baru ditanam akan rentan dengan tekanan udara. Fatmah pun menyarankan agar menutupi area disekitar dengan jerami.

“Soalnya, akar tanaman masih sangat rentan,” tutupnya diakhir pembicaraan.

Klik! Tanaman Hias Penyerap Racun di Dalam Rumah

Halaman: 
Penulis : Hartati, Hasballah