logo


Soal KK Freeport, Yusril: Hormati Dulu Kedaulatan Hukumnya

'Yang penting ada kebijakan Negara yang adil yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat'

26 Oktober 2015 17:28 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terkait Kontrak Karya (KK) PT Freeport Indonesia yang akan habis pada 2021 nanti, Ketua Umum Partai Bulan Buntang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, bahwa pihaknya tidak menitik beratkan pada pengambil alihan secara utuh ataupun tidak.

Yusril sendiri mengakui, bahwa PBB tidaklah anti kebarat-baratan. Ia mengatakan, bahwa dulu, Masyumi pada tahun 1950 pernah mengalami perdebatan mengenai nasionalisasi aset asing yang berada di Indonesia. Kala itu, Masyumi tidaklah begitu mementingkan siapa pemilik modal, mau asing ataupun lokal.

Yusril mengatakan, yang terpenting adalah ada kebijakan Negara yang berlaku adil untuk kepentingan bangsa yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, menurutnya, yang tak kalah pentingnya yakni perusahaan asing harus bisa menginvestasikan sebagian keuntungannya untuk membangun Indonesia.


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

"PBB ini kan ruhnya Masyumi, dimana Masyumi tidak mementingkan siapa pemilik modal, asalkan Negara melalui kebijakannya menjamin kepentingan bangsa dan rakyat," ungkap Yusril kepada wartawan di Kantor DPP PBB, Jakarta, Senin (26/10).

Jika dilibatkan dalam negosiasi terkait perpanjangan KK Freeport, Yusril mengaku, akan mengedepankan hak-hak bangsa termasuk di dalamnya menjaga lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan nilai bagi hasil yang dipandang menguntungkan Indonesia.

Selain itu, menurut Yusril, menjaga stabilitas politik di wilayah Papua juga sangatlah penting. "Dalam negosiasi itu, harus diutamakan bahwa Papua adalah bagian NKRI, harus ada konsesi-konsesi keputusan politik yang menguatkan posisi Papua di dalam NKRI," tegasnya.

Yusril menambahkan, pihak asing harus menghormati kedaulatan hukum yang ada di Indonesia. "Hormati dulu kedaulatan hukumnya, lalu soal bagi hasilnya gimana. Sejauh ini kan pengelolaan yang tertutup inilah yang harus dibenahi," tutupnya.

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Deni Muhtarudin