logo


Mengapa Anda Harus Hamil di Bulan Desember? Ini Jawabannya

Sekitar 52 juta kehamilan selama 12 tahun penelitian, Desember jadi bulan terbaik untuk hamil

23 Oktober 2015 16:21 WIB


INDIANA, JITUNEWS.COM - Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Indiana, Amerika Serikat cukup mengejutkan. Penelitian itu mengklaim bahwa setiap pasangan suami-istri harus mencoba untuk hamil pada bulan Desember.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, sekitar 52 juta kehamilan selama 12 tahun penelitian, ditemukan konsepsi bahwa bulan Desember merupakan kesempatan terbaik untuk hamil dan menghasilkan tingkat kelahiran tertinggi.

Dokter spesialis anak Dr Paul Winchester, yang memimpin tim peneliti AS, mengatakan bahwa seorang ibu yang hamil pada bulan Desember dan Januari akan menerima tingkat sinar matahari yang tinggi pada tahap akhir kehamilan mereka.

"Hal ini menunjukkan tingkat vitamin D yang mereka dapatkan, yang mempromosikan kelahiran bayi yang sehat," ungkap Dr Winchester seperti dilansir Dailymail.

Sementara itu, Dr Winchester menambahkan, ibu yang hamil pada bulan Juni, berada pada tahap yang paling rentan di awal kehamilan ketika ada banyak pestisida di udara yang berasal dari debu tanaman musim panas.

Tim peneliti menemukan ada tingkat kelahiran lebih tinggi pada bulan September - anak yang telah dikandung seorang ibu pada bulan Desember, di tahun sebelumnya.

Mereka juga menyadari jika hasil ini bisa saja salah, jika lebih banyak orang yang memang mencoba untuk hamil di bulan Desember. Para peneliti lalu menganalisis keberhasilan pasangan yang mencoba untuk memiliki anak melalui siklus In-Vitro Fertilization (IVF), sehingga mereka bisa melihat persis berapa banyak upaya telah ada.

Peneliti lalu menganalisis 433.764 siklus IVF dan menemukan bahwa mereka mulai hamil antara Desember dan Februari, sebanyak 4 persen lebih mungkin menghasilkan bayi yang sehat daripada siklus itu dimulai pada bulan Juni.

Selanjutnya, tim peneliti menyajikan hasil tersebut di American Society for Reproductive Medicine, di Baltimore, dengan mengatakan:"Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah efek musiman dari bahan kimia dan vitamin D  mempengaruhi status keberhasilan IVF untuk kehamilan."

Dr Winchester mengatakan, bahwa meskipun hasil yang paling mencolok adalah dari temuan siklus IVF, tren yang sama cenderung berlaku untuk semua pasangan. " Masuk akal evolusi bagi perempuan untuk melahirkan pada bulan September, ketika makanan secara tradisional dipanen, cuaca masih hangat dan ada waktu untuk bayi untuk tumbuh kuat sebelum bulan terdingin pada Desember," kata Dr Winchester.

Analisis Dr Winchester dari 1.900 data, ketika bulan Maret menjadi bulan dengan tingkat kelahiran paling tinggi di Amerika Serikat (AS), bukan di bulan September.

Artinya, pola ini bisa berubah secara dramatis setelah banyaknya penggunaan pestisida pada tahun 1930-an."Bayi dikandung pada bulan Juni menghilang di era pestisida," ujarnya.

Dan pada akhirnya, Dr Winchester menyarankan, wanita sebaiknya mempertimbangkan untuk mencoba hamil, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, untuk menghindari hamil di bulan "beracun" Juni.

"Wanita hamil saat penuh dengan bahan kimia tidak baik, dan ini pastinya masalah besar."

|dailymail|ty|

Antara Melahirkan Bayi Laki-laki dan Perempuan, Mana yang Terasa Lebih Sakit?

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya
 
×
×