logo


Soal Impor Beras, Pengamat Bilang Pemerintah Harus Punya Alasan Kuat

Pemerintah impor beras dari Thailand dan Vietnam

23 Oktober 2015 09:15 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengamat Ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Dani Setiawan mengatakan bahwa rencana impor beras yang digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), harus berdasarkan sebuah data dan alasan yang kuat.

“Pemerintah harus punya alasan kuat untuk memutuskan rencana itu. Hal itu tidak boleh dilakukan hanya karena kekhawatiran saja. Sebab, jika pemerintah hanya mengandalkan prediksi saja, semua pihak di luar pemerintah juga bisa melakukan hal itu, dan jika itu yang terjadi, untuk apa negara dan pemerintah ada,” kata Dani, saat dihubungi jitunews, Kamis (22/10).

Lebih lanjut, ia menilai bahwa keputusan untuk melakukan impor tersebut memerlukan pertimbangan rasional dari pemerintah. Sebab, jika keputusan impor dilakukan tanpa alasan yang jelas dan kuat, hal itu hanya akan menguntungkan pemburu rente semata. Mereka hanya menjadikan kondisi alam sebagai alasan klise untuk impor. “Kalau hal itu yang terjadi, maka upaya untuk pencapaian swasembada pangan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini, hanya seremoni saja,” ujarnya.


Soal Impor Beras, Fadli Zon: Jokowi Bisa Dianggap Tak Mampu Penuhi Pangan

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi menyampaikan pemerintah telah memesan beras di luar negeri. Beras-beras tersebut akan didatangkan ke Indonesia pada saat kapanpun, atau ketika pemerintah membutuhkannya. Pernyataan tersebut setidaknya memperkuat pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya, yang mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengimpor 1 juta ton beras dari Vietnam.

Menurut Presiden, keputusan impor dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan cuaca ekstrem El Nino yang berlangsung hingga November tahun ini (2015). Impor dilakukan dengan alasan untuk menjaga cadangan pangan nasional di tahun 2015.

Pemerintah Impor Garam, PKS: Jangan Impor Terus Pak!

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro