logo


Kementan: Langkah Impor Jagung Harus Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan

Di sektor jagung, Indonesia sebenarnya mengalami surplus produktivitas

22 Oktober 2015 19:04 WIB

Ilustrasi. (Foto: Antara)
Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktur Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah mengatakan, hingga saat ini, pihaknya tidak pernah menghentikan langkah impor jagung. Impor jagung tetap dilakukan namun sesuai dengan kebutuhan. “Upaya pengendalian dilakukan agar langkah impor bisa dilakukan. Impor itu dilakukan bukan berdasar pada keinginan tetapi harus berdasarkan kebutuhan,” katanya, Kamis (22/10), dalam konferensi pers, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada aram I menunjukkan produksi jagung (kering pipilan) Indonesia saat ini mencapai 20,66 juta ton. Jumlah ini meningkat dari tahun 2014 yang hanya 19 juta ton kering pipilan. “Kebutuhan akan jagung inikan bukan hanya untuk pakan saja, tetapi juga untuk benih, dan juga untuk konsumsi,” tambahnya.

Sebagai informasi, dari data yang dimiliki pihak Kementan, data jagung untuk perbenihan kebutuhannya sebesar 104.000 ton, untuk konsumsi langsung 398.000 ton, sedangkan untuk kebutuhan bahan pakan mencapai 14,86 juta ton. “Di sini yang mendominasi adalah memang kebutuhan untuk pakan. Tetapi dari kebutahan 14 juta ton ini, dibagi lagi untuk bahan pakan industri 8 juta ton, dan untuk kebutuhan pakan peternak lokal sekitar 6,6 juta ton,” jelasnya.


Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Sementara itu, kehilangan hasil panen sampai jagung menghasilkan pipilan totalnya sekitar 1 juta ton. Karena itu, lanjut Nasrullah, kalau ditotal semua Indonesia sebenarnya masih ada surplus jagung sekitar 174.595 ton.

“Kalau kita ingin melihat secara realists khusus untuk produksi dan pro terhadap bangsa ini, kita bisa melihat hal ini secara realistis. Tetapi kalau kita hanya ingin cari senangnya, langkah impor jauh lebih santai. Kita tinggal tunggu di tempat dan barangnya sampai di tempat kita, dan kualitasnya pun terjamin. Karena itu, harapannya agar pengguna dan pengusaha jagung yang bergerak di bidang pakan, baik itu industri ataupun non Industri lebih aktif, di dalam membeli jagung petani yang ada,” pungkasnya sembari berharap.

 

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro