logo


Kekeringan, Debit Air Sumur Warga Kefamenanu Kian Menipis

Kefamenanu merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur

22 Oktober 2015 18:44 WIB

Sumur milik Maksimus Neno. (Jitunews/Yosef Serano Korbaffo)
Sumur milik Maksimus Neno. (Jitunews/Yosef Serano Korbaffo)

KEFAMENANU, JITUNEWS.COM- Musim kemarau yang panjang, tak saja membawa dampak pada keringnya sungai dan sumber mata air, namun juga semakin kurangnya debit air tanah di sumur-sumur milik warga. Akibatnya, sumur warga itupun terancam mengering. Demikian diungkapkan oleh Maksimus Neno dan Marselus Abi, saat ditemui jitunews, di masing-masing kediamannya, yang berada di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Maksimus Neno yang merupakan warga kelurahan Kefa Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu mengatakan, sumur miliknya sudah hampir mengering akibat musim penghujan yang tak kunjung datang. "Sumur ini kedalamannya 15 meter. Kemarin saat terakhir saya ukur, debit airnya hanya tersisa 2 meter dari dasar sumur," jelasnya, Kamis (22/10).

Padahal, tambah Maksimus, tahun kemarin (2014) saat musim kemarau seperti ini, debit airnya masih berkisar antara 4-5 meter dari dasar sumur. Ini berarti, pada tahun ini (2015) ada pengurangan debit air sekitar 2-3 meter dibanding tahun kemarin. Karena itu, ia pun merencanakan untuk melakukan pengeboran lebih dalam pada sumurnya.


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Sementara itu, kondisi yang sama dialami Marselus Abi, warga kilometer 6, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu. Marselus mengungkapkan bahwa debit air tanah di sumur miliknya makin menurun, bahkan hampir kering.

"Biasanya, saat musim kemarau, debit airnya masih banyak, sekitar 3 meter dari dasar. Tetapi sekarang ini, debit airnya hanya tersisa 1 meter saja. Jadi, saat hendak menimbanya, saya harus melakukannya secara perlahan agar airnya tidak keruh karena lumpur atau tanah," ujar Marselus.

Ditambahkan Marselus, dirinya sedang berusaha untuk mengebor lagi. "Saya mesti bor lebih dalam lagi. Jika tidak, satu dua minggu ke depan pasti akan kering. Saya berharap, agar kekeringan ini cepat berakhir dan kebutuhan akan air bersih tidak lagi sulit," pungkasnya berharap. (Yosef Serano Korbaffo)

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro