logo


Operasi Obesitas Ternyata Dapat Meningkatkan Kesuburan Pada Wanita

Melalui operasi bariatric, wanita obesitas berpotensi besar meningkatkan peluang memiliki anak

22 Oktober 2015 11:29 WIB

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JITUNEWS.COM - Lebih dari seperempat wanita di dunia mengalami masalah obesitas, dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 bahkan lebih. Namun demikian, para ahli berpendapat bahwa penyembuhan obesitas pada wanita juga dapat dilakukan melalui operasi bariatric, yang justru berpotensi besar meningkatkan peluang memiliki anak.

Laporan Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists (RCOG) yang dilansir mirror,  menegaskan bahwa, operasi penurunan berat badan pada wanita memang dapat dilakukan, namun tindakan medis ini tidak dianjurkan.

RCOG justru lebih mempertimbangkan, penurunan berat badan yang dilakukan oleh wanita obesitas sebaiknya melalui olah raga dan diet teratur.

"Operasi ini dapat menunda wanita hamil selama 12 hingga 18 bulan sampai kondisi benar-benar pulih," ungkap juru bicara RCOG, Prof Adam Balen.

Lebih lanjut, Prof Adam Balen mengatakan, bahwa RCOG telah melakukan review terhadap semua literatur yang menyangkut operasi penurunan berat badan yang bisa meningkatkan kesuburan dan hasil reproduksi pada wanita obesitas.

"Tapi kami percaya, itu adalah hal terakhir bila pengobatan lain tidak ada. Jika Anda sendiri tidak merubah gaya hidupnya," papar Prof Balen.

Lebih lanjut Prof Balen menambahkan, bahwa ini merupakan skenario terbaik bagi wanita obesitas untuk mendapatkan berat badan yang ideal dan meningkatkan peluang untuk hamil secara alami.

"Seperti halnya operasi besar, operasi bariatric membawa risiko komplikasi tetapi juga membutuhkan perubahan signifikan dalam gaya hidup sesudah operasi dilakukan. Seperti halnya waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari operasi, ternyata dapat menunda 12 hingga 18 bulan selama awal fase penurunan berat badan, karena janin juga kemungkina berisiko kekurangan gizi," kata Prof Balen

Laporan dari RCOG mengungkapkan, bahwa hasil dari operasi penurunan berat badan dalam jangka panjang akan menurunkan berat sekitar 15% sampai 25%.

Hal ini akan meningkatkan gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS), suatu kondisi yang mempengaruhi justru kesuburan dengan mengurangi ovulasi dan menciptakan perubahan hormonal.

Apalagi, ungkap Prof Balen, operasi bariatric juga dapat menurunkan risiko kelahiran bayi prematur.

Sementara itu, Ketua Scientific Advisory Committee RCOG, Dr Sadaf Ghaem-Maghami, mengatakan bahwa seperti operasi lainnya, operasi bariatric dikaitkan dengan beberapa risiko dan komplikasi seperti infeksi, malnutrisi protein, trombosis vena dalam dan hernia.

"Operasi bariatric adalah pengobatan terakhir bagi wanita obesitas untuk mempunyai anak," pungkas Dr Sadaf.

Seperti diketahui, wanita obesitas berpotensi terkena diabetes, tekanan darah tinggi dan kanker tertentu, juga dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang dari wanita dan anak-anak mereka.


Peringatan untuk Para Wanita! Ini Bahayanya Minum Kopi

|RCOG|mirror|

4 Bahaya Begadang Bagi Wanita, Salah Satunya Sebabkan Obesitas!

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya
 
×
×