logo


LIPI: Bijih Besi Nikel Laterit, Solusi Kebutuhan Baja Dalam Negeri

Bila bijih besi laterit dilebur menjadi baja, maka akan menghasilkan baja berkandungan nikel 3%.

21 Oktober 2015 13:27 WIB

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain. (Dok. MediaIndonesia)
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain. (Dok. MediaIndonesia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di tahun 2020 nanti, diperkirakan kebutuhan baja untuk industri dan infrastuktur dalam negeri akan meningkat sangat signifikan. Padahal, bumi Indonesia tidak memiliki kandungan bijih besi kadar tinggi dengan jumlah yang memadai. Jika hal tersebut dibiarkan, maka dikhawatirkan pembangunan pada sektor tersebut dapat terhambat.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain mengungkapkan, bahwa untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Pemerintah bisa memanfaatkan bijih besi nikel laterit.

"Indonesia memiliki kandungan nikel laterit yang cukup tinggi. Kalau bijih ini dapat dimanfaatkan, maka kemandirian industri baja Indonesia akan terwujud," ungkap Iskandar kepada wartawan, Jakarta, Rabu (21/10).


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Dia menjelaskan, endapan bijih besi laterit merupakan lapisan atas dari bijih besi nikel laterit. Lapisan ini mengandung besi yang lebih tinggi dan nikel yang lebih rendah. Cadangan bijih besi ini jauh lebih banyak dari bijih nikel kadar tinggi dan diperkirakan mencapai miliaran ton.

Sementara Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Ing Andika Widya Pramono mengatakan, bahwa bila bijih besi laterit itu dilebur menjadi baja, maka bijih besi ini akan menghasilkan baja dengan kandungan nikel antara 1-3%.

"Kandungan sebesar itu cukup tinggi untuk menghasilkan baja berkualitas baik yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selain itu, pengembangan baja laterit dapat membuka peluang Indonesia bersaing dengan pasar global," jelas Andika.

LIPI konsisten melakukan penelitian mendalam tentang kemungkinan pembuatan produksi baja laterit semi industri. Selain berpotensi sebagai bahan baku pembangunan, baja laterit ini juga dapat berkontribusi untuk ekspor.

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Hizbul Ridho, Deni Muhtarudin