logo


Iran di Pusaran Pembangkit Listrik Tenaga Hydro, Kenapa?

Di Iran, tenaga hydro-nya besar, dari 70 ribu MW kapasitas terpasang, 20 ribu MW di antaranya hydro

20 Oktober 2015 14:00 WIB

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (hydro). (Foto: Birohumas.jatengprov.go.id)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (hydro). (Foto: Birohumas.jatengprov.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia akan bekerja sama dengan negara Iran untuk melakukan kajian dan potensi pembangunan pembangkit listrik yang maju dan modern. Seperti diketahui, cakupan wilayah air Indonesia yang lebih besar dibandingkan dengan daratan, sehingga pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (hydro) akan terus ditingkatkan.

"Yang menarik adalah hydro mereka (Iran) besar sekali, jadi dari 70 ribu MW kapasitas terpasang itu, 20 ribu MW di antaranya hydro, dan kita akan banyak belajar dari mereka, saya sudah bersepakat dengan menteri energi Iran," ungkap Menteri ESDM Sudirman Said, di Istana Kepresidenan, Selasa (20/10).

Bersama dengan Iran, tambah Su‎dirman, nantinya akan melakukan studi potensi hydro di Indonesia dan bagaimana cara mengembangkan potensi itu agar menjadi pembangkit yang lebih modern.

"Sebetulnya potensi hydro-nya kita besar, tapi baru pada level digunakan di waduk, listriknya masih kecil-kecil skalanya, dan kita akan dorong ke sana," tandas Sudirman.

Lebih lanjut, pemerintah dalam hal ini PT Pertamina (Persero) bersama dengan Iran, akan menjajaki beberapa kerja sama terkait penyediaan minyak mentah dan pembangunan kilang minyak di Indonesia.

"Kita sampaikan pula kepada pemerintah Iran, bahwa Indonesia punya minat untuk berpartisipasi dalam industri hulu di Iran. Ini bakal menjadi potensi bisnis luar biasa mengingat Iran merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia," pungkas Sudirman. 

|ty|berbagai sumber|

Pertamina Beri Bantuan Perangkat Multimedia untuk Pesantren di Kabupaten Bandung

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya