logo


Mendag Yakin Industri Kelapa Sawit Akan Terus Berkembang

Saat ini tidak ada satu pun negara yang bisa hidup tanpa minyak

20 Oktober 2015 00:00 WIB

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. (Foto: Tokohindonesia)
Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. (Foto: Tokohindonesia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, menyatakan bahwa dirinya optimis bahwa industri kelapa sawit akan terus berkembang. Apalagi Indonesia saat ini merupakan produsen terbesar CPO di dunia, dimana Indonesia memainkan peran penting tersebut. Kendati harga komoditas yang salah satunya adalah CPO sedang turun, dirinya tetap optimis industri sawit akan berkembang.

"Secara fundamental, saya melihat (industri sawit) tidak ada kendala, terus berkembang. Dalam 10 tahun terakhir, ada kemajuan pesat dan banyak prakarsa positif kerjasama dengan konsumen luar negeri. Secara fundamental semangat dan spritit dari pelaku dapat menciptakan progres dalam 10 atau 20 tahun ke depan," tuturnya di Hotel Borobudur, Jakarta pada Selasa (20/10).

Dirinya mengatakan apalagi saat ini tidak ada satu pun negara yang bisa hidup tanpa minyak, termasuk minyak nabati. Minyak memiliki peran yang luar biasa dan bisa menentukan harga dan menyebabkan gejolak di perekonomian global. Oleh karena itu dirinya tetap optimis bahwa industri sawit akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

"The world can't life without oil. Konsumsi dan produksi minyak nabati di dunia, minyak sawit punya peran luar biasa. Kalau minyak sawit turun drastis, dunia akan bergejolak. Orang tidak sadar minyak nabati di luar negeri begitu besar peranannya dan pentingnya serta luasnya pemakaian minyak sawit pada barang barang konsumsi sehari hari," lanjutnya.

Kendati memiliki tantangan yang besar, industri sawit akan terus berkembang karena perannya yang sangat vital bagi kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu dirinya membutuhkan peran yang lebih besar lagi dari pelaku usaha dalam negeri untuk mendorong perkembangan industri sawit nasional untuk bisa terus memberikan sumbangsih terhadap perekonomian nasional.

"Saya optimis dengan industri ini, pasti tantangannya banyak dan memang kita sebagai manusia, kalau harga naik kita euforia dan kalau turun kita langsung sedih. Tapi kalau saya lihat trend di dunia, tidak bisa dihindarkan dan diperlukan minyak sawit dan akhirnya membutuhkan bapak-ibu sekalian (pengusaha sawit)," ungkapnya.

Sawit dan IJEPA, Kabar Baik dari Yogjakarta

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan