logo


Setahun Jokowi-JK, Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah Sedikit Meningkat

Faktor pertama yang menyebabkan publik puas itu adalah jaminan pelayanan kesehatan gratis 40,3%

18 Oktober 2015 14:45 WIB

Presiden Joko Widodo saat berjalan-jalan di belakang Istana Bogor.(Jitunews/Tommy)
Presiden Joko Widodo saat berjalan-jalan di belakang Istana Bogor.(Jitunews/Tommy)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio mengatakan berdasarkan survey yang dilakukan KedaiKOPI pada 14-17 September 2015 dengan melibatkan 384 responden di seluruh Indonesia dengan metode via telepon dan margin error 5%, kepuasan publik terhadap pemerintahan menjelang setahun kepemimpinan Jokowi-JK ini sedikit meningkat.

Bila dibandingkan survey KedaiKOPI yang dilakukan pada bulan Juni 2015 yang mendapati presentase tingkat kepuasan publik yang berkisar 30% saja, maka hasil dari survey terbaru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada survey terbaru, kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK meningkat menjadi 44,3%, kendati masih ada 54,7% yang tidak puas.

"Kita melakukan survey via telepon pada tanggal 14-17 September 2015, dengan margin error 5%, 384 responden tersebar di seluruh Indonesia. Di luar Jawa 47%, dan di Jawa itu 52%. Terbanyak tamat SMA dan tamat S1 jadi ini kelas menengah. Tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi-JK sebanyak 44,3%, yang tidak puas 54,7%, ini meningkat dibandingkan Juni," tuturnya di Jakarta pada Minggu (18/10).

Dirinya mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang membuat responden puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi, sehingga terjadi peningkatan dibandingkan survey bulan Juni. Salah satunya yang terbesar adalah adanya Jaminan pelayanan kesehatan gratis yang levelnya mencapai 40,3% dan pendidikan gratis sebanyak 12%.

"Faktor yang menyebabkan publik puas itu pertama, jaminan pelayanan kesehatan gratis 40,3 persen. Kedua, pendidikan gratis sebanyak 12,5%. Ketiga, pengendalian harga bahan pokok sebesar 9,7% dan keempat, akses pendidikan sebesar 9,7%. Apa ini ada hubungannya dengan KIS (Kartu Indonesia Sehat) kami tidak tanya (responden), tapi yang dirasakan rakyat, mereka puas dengan faktor-faktor disana," lanjutnya.

Namun, selain ada faktor yang membuat masyarakat puas, ada juga faktor yang menyebabkan masyarakat tidak puas terhaap kinerja Jokowi-JK, salah satunya adalah kenaikan harga bahan pokok sebesar 35,5% dan pelemahan rupiah yang anjlok tajam terhadap dolar Amerika.

"Nah, yang tidak puas itu 35,5% menjawab mahalnya harga bahan pokok, 23,7% pelemahan rupiah, lambannya penanganan kabut asap 11,8% serta harga BBM mahal, susahnya kerja dan kinerja menternya yang tidak bagus," pungkasnya.

Takut Tertekan, Jessica Kumala Wongso Dilarang Baca Berita

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Riana