logo


Petani Garam Sumenep Keluhkan Soal Harga Garam

Harga garam petani di bawah harga yang ditetapkan pemerintah

15 Oktober 2015 17:03 WIB

Petani garam. (Foto: Istimewa)
Petani garam. (Foto: Istimewa)

SUMENEP, JITUNEWS.COM- Para petani garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan harga garam rakyat. Pasalnya, harga garam rakyat masih di bawah harga yang ditentukan pemerintah.

Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep, Hasan Basri mengatakan, meski cuaca cukup mendukung terhadap kualitas garam rakyat. Namun, garam rakyat di musim ini hanya dihargai Rp 300 hingga Rp 400 per kilogram.

“Sementara harga yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sebesar Rp 750 per kilogram untuk kualitas satu (KW 1), dan Rp 550 per kilogram untuk KW 2. Sedangkan petani yang menggunakan geomembran bisa menjual garamnya dengan harga Rp 520 hingga Rp 550 perkilogram,” ungkapnya, Kamis (15/10).


Soal Impor Garam, Fadli Zon: Ironis

Karena itu, Hasan mengatakan bahwa pemerintah seharusnya bisa mengatasi permasalahan harga garam rakyat yang di bawah harga ketentuan. Sehingga, para petani garam sedikit bisa tersenyum dan tidak dirugikan terus.

“Dengan cuaca yang cukup bagus seperti ini, kualitas garam rakyat yang dipanen juga cukup bagus, dan para petani meminta pihak terkait untuk bisa menyesuaikan harga beli garam rakyat, yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” pungkas Hasan. (Miftah)

Soal Impor Garam, Pimpinan DPR Khawatir Menyurutkan Semangat Petani Garam

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro