logo


Mendulang Gurihnya Laba Bisnis Ayam Suwir Si Kentung

Omset yang telah diperolehnya dari bulan Januari sampai September 2015 sudah mencapai Rp 25 Juta

15 Oktober 2015 11:43 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Masyarakat urban yang hidup di kota besar dengan segudang mobilitasnya yang padat, cenderung menyenangi gaya hidup instan. Misalnya saja dalam menyantap makanan. Seringkali mereka lebih memilih lauk-pauk siap saji ketimbang repot untuk mengolahnya terlebih dahulu. 

Peluang inilah yang kemudian ditangkap oleh Toya Laraza, seorang pengusaha muda berbakat dengan bendera usaha yang diusungnya bernama Ayam Suwir Si Kentung. Wanita yang diakrab disapa Toya ini mengaku sebelum benar-benar memasarkan produknya ini, ia sempat terlebih dahulu melakukan uji resep demi menghasilkan resep paten yang digunakan untuk produknya hingga saat ini.

“Sebelumnya tuh saya melakukan uji resep selama 8 bulan dan memberikan tester ke keluarga dan teman-teman. Dan Alhamdulillah semuanya suka, " ungkap wanita kelahiran Bogor, 29 April 1990 ini kepada JITUNEWS beberapa waktu lalu.


Biskuit Kokola Ajak Masyarakat Menjadi Reseller Kokola untuk Bangkitkan Ekonomi Saat Pandemi Covid-19

Berangkat dari kepercayaan diri dan rasa optimis yang tinggi untuk meleburkan diri dalam bisnis kuliner, Toya pun nekat berjualan dengan bermodalkan uang sebesar Rp 4.415.000. Uang tersebut, ia gunakan untuk membeli perlengkapan seperti vacuum sealer, plastic vacuum, perlengkapan mengemas, stiker, brosur, banner dan budget iklan di social media.

Lebih lanjut, wanita lulusan Institut Pertanian Bogor ini pun menambahkan bahwa modal bahan baku awal saat ia mencoba membangun bisnis ini di bawah kisaran satu juta Rupiah.

“Seingatku, modal awal bahan baku tuh tidak sampai Rp. 1.000.000, mengingat bahan baku yang digunakan kita pakai belum semahal seperti sekarang,” bebernya.

Untuk memasarkan produk Ayam Suwir Si Kentung dengan isi sekitar 250 gram dijual dengan harga Rp 35.000 per box. Ia mengaku mengandalkan kekuatan besar media social seperti instagram, facebook dan twitter dalam melakukan promosi.

"Kira-kira sebesar 90 % saya lebih banyak berpromosi lewat media social. Sementara sisa 10 % selebihnya dari brosur maupun aktif mengikuti sejumlah pameran," terangnya.

Varian rasa. Produk Ayam Suwir Si Kentung hadir dengan varian rasa yang mampu menggoyang lidah, seperti rasa pedas sampai level pedas banget, original, sambal hijau dan Bombay. Ia pun yakin produknya ini dapat diterima oleh pasar. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan jumlah pesanan yang sangat pesat dari hari ke harinya.

"Saat hari biasa kita mampu menjual 60 hingga 100 box per harinya. Sedangkan saat weekend bisa 40 sampai 80 box. Dan untuk omset yang telah diperolehnya dari bulan Januari sampai September 2015 sudah mencapai Rp 25.000.000,” terangnya. Sejauh ini, ia pun sudah balik modal dalam jangka waktu 4 bulan usahanya berjalan.

Untuk melebarkan jaringan bisnisnya, warga Tanah Baru, Bogor Utara ini menyambut baik bagi siapapun yang berminat untuk bergabung menjadi reseller. Menurutnya, syarat untuk menjadi reseller sangat mudah, yang terpenting harus memiliki kemauan yang keras, ulet, jujur serta mau bekerja sama.

“Harga untuk reseller biasanya Rp 30.000 per box, dengan syarat harus belanja diawal sebanyak 12 box per order, setelah itu bisa order minimum 6 box,” terang Toya.

Selanjutnya untuk mempertahankan eksistensi usahanya di tengah persaingan dengan kompetitor, Ia pun memiliki jurus jitu untuk dapat memenangkan pasar.

"Intinya kita menerapkan nilai kejujuran terhadap konsumen, selalu loyal dan sabar dalam menghadapi konsumen, promo semaksimal mungkin, dan yang terpenting mempertahankan kualitas dari segi rasa maupun kemasan serta selalu melakukan inovasi produk untuk kedepannya,"  pungkasnya di akhir wawancara.

Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Menghubungi:
Ayam Suwir Si Kentung (Toya Laraza)
Facebook : KentoengAyamSuwir
Twitter : @AymSuwirKentung
Telepon : 0852 8226 4560

Tak Usah Bingung, Ini 7 Tips Memilih Bisnis Franchise

Halaman: 
Penulis : Hartati, Hasballah
 
×
×