logo


Wujudkan Swasembada Pangan, Provinsi Bali Bakal Perluas Lahan Tanam

Kekeringan akibat El Nino jadi hambatan besar

13 Oktober 2015 16:52 WIB

Petani menanam padi di lahan sawah. (Foto: Antara)
Petani menanam padi di lahan sawah. (Foto: Antara)

DENPASAR, JITUNEWS.COM- Sejak awal tahun 2015, Provinsi Bali telah menempuh berbagai upaya untuk merealisasikan target swasembada pangan di tahun 2017.  Tak hanya melalui program UPSUS (Upaya Khusus) yang melibatkan jajaran TNI, tetapi juga memperluas area tanam padi, jagung, dan kedelai. Namun musim kemarau panjang nampaknya menghambat program tersebut. Berdasarkan data hingga Bulan September, perluasan lahan tanam padi belum terealisasi secara optimal.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana menyampaikan luas tanam padi ditarget meluas 10 persen (dari 134.409 ha tahun 2014 menjadi 150.479 Ha Tahun 2015). Selanjutnya, luas tanam jagung sebanyak 3,8 persen (dari 19.355 Ha Tahun 2014 menjadi 20.090 Ha Tahun 2015). Terakhir luas tanam kedelai ditargetkan meluas 7,3 persen (dari 5.508 Ha Tahun 2014 menjadi 5.910 Ha tahun 2015).

Dia menambahkan, realisasi perluasan area tanam, khususnya padi di seluruh kabupaten/kota belum optimal. Yang mana, pada musim tanam Bulan April-September 2015, Provinsi Bali menarget perluasan lahan sebanyak 78.976 Ha, tetapi hanya tercapai 50.817 Ha.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

Menurut Wisnuardhana, hal itu disebabkan oleh dampak musim kemarau panjang yang melanda seluruh wilayah di Bali. “Oleh karena terjadi fenomena alam pada tahun 2015 ini yaitu kekeringan yang dipengaruhi El Nino secara nasional, maka target peningkatan luas tanam menjadi terganggu,” terangnya, Selasa (13/10), di Denpasar.

Sampai dengan Agustus 2015 telah terjadi kekeringan pada lahan sawah seluas 856,35 Ha (Buleleng, Tabanan, Badung, Karangasem dan Jembarana). Kekeringan diprediksi akan terjadi sampai dengan bulan November 2015, dan berakibat pada penurunan luas tanam dan panen, serta produksi khususnya beras.  

“Penurunan produksi akan berdampak pada kenaikan harga beras dan inflasi serta penurunan daya beli Masyarakat. Hingga sampai saat ini kami masih berusaha meningkatkan produksi pangan,” ujarnya. (Sukis Wanti)

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro