logo


Sebuah Rahasia Umur Panjang Manusia Terkuak, Mau Tahu?

Minyak zaitun, pernah dianggap oleh banyak dokter sangat tidak baik untuk dikonsumsi

12 Oktober 2015 16:31 WIB

Minyak zaitun dipercaya menambah panjang usia.(dok.ist)
Minyak zaitun dipercaya menambah panjang usia.(dok.ist)

JITUNEWS.COM -  Dahulu kala di Tahun 1960, nelayan-nelayan di Kreta, Yunani, menyempatkan minum segelas minyak zaitun sebelum berangkat melaut. Begitu pula para penggembala ternak, yang minum minyak zaitun untuk daya tahan tubuh mereka tatkala menggembalakan ternaknya.

Di Inggris dan Amerika Serikat, sebagian besar orang rata-rata mengkonsumsi sekitar 1 liter minyak zaitun selama setahun. Tapi, mereka masih kalah banyak dibandingkan dengan orang-orang di Yunani, Italia dan Spanyol yang minum lebih dari 13 liter per orang.

Minyak zaitun, dengan kalori tinggi dan dicampur lemak jenuh dan tak jenuh, pernah dianggap oleh banyak dokter sangat tidak baik untuk dikonsumsi. Tapi sebuah survei kesehatan populasi Eropa menemukan sebaliknya. Masyarakat Eropa bagian selatan menurut hasil survei memiliki waktu hidup lebih lama dan sedikit yang terkena penyakit jantung, padahal asupan makanan mereka lebih banyak mengkonsumsi makanan berkadar lemak lebih tinggi. Alasannya hanya satu, mereka minum minyak zaitun lebih banyak.

Seperti dikutip dari Independent, sepuluh tahun yang lalu sebuah percobaan penelitian dimulai di Spanyol pada 7500 pria dan wanita, yang kelebihan berat badan di usia 60-an. Karena pada usia tersebut, risiko kemungkinan terkena penyakit jantung dan diabetes sangatlah tinggi. 

Selanjutnya, mereka secara acak dibagi dalam dua kelompok. Pertama, melakukan diet rendah lemak yang direkomendasikan oleh dokter di sebagian besar negara-negara barat, dan kelompok kedua, melakukan diet Mediterania tinggi lemak, yang dilengkapi dengan ekstra minyak zaitun dan kacang-kacangan.

Hasil penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pada tahun 2013 secara meyakinkan menunjukkan, bahwa kelompok dengan diet Mediterania memiliki sepertiga lebih sedikit terkena penyakit jantung, diabetes dan stroke, dibandingkan dengan kelompok rendah lemak. Bahkan, hasil terbaru menunjukkan bahwa hal itu juga mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara, meskipun dalam jumlah kecil.

Para peneliti menemukan, bahwa kelompok yang minum minyak zaitun ekstra melakukan sedikit lebih baik dari kelompok kacang-kacangan, tetapi keduanya jelas lebih unggul dibandingkan diet rendah lemak.

"Memang diet dengan beragam buah-buahan dan sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan, yoghurt dan keju, sejumlah kecil ikan dan daging, anggur merah, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta minyak zaitun yang berkualitas, semuanya memainkan bagian mereka. Tapi, saya percaya minyak zaitun adalah faktor tunggal yang paling kuat," ungkap Tim Spector, Profesor bidang Epidemiologi Genetik, pada King's College London.

Tim lebih lanjut mengatakan, minyak zaitun yang digunakan adalah harus benar-benar ekstra virgin. Perbedaan antara nilai minyak tidak hanya terletak di bawah keasaman, kesegaran dan rasa yang lebih kaya, namun juga dalam hal jumlah bahan kimia yang dilepaskan, yakni polifenol.

"Minyak virgin kelas ekstra tinggi, terutama jika diekstrak, memiliki sekitar 30 polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan, yang mengurangi peradangan dan juga membantu mengurangi efek penuaan terutama pada jantung dan otak," papar Tim.

Selanjutnya, Tim berpikir bahwa, polifenol antioksidan dapat bertindak langsung pada gen dan pembuluh darah. Namun, ternyata mereka juga bekerja melalui mikroba usus kita yang membentuk microbiome kita.

"Ini adalah komunitas triliunan bakteri yang beragam dan hidup di usus besar kita. Mereka makan dari polifenol yang berbeda dan menghasilkan zat kimia kecil lainnya (asam lemak rantai pendek) yang meredam peradangan dan membantu sistem kekebalan tubuh kita," tegas Tim.

Makanan berlemak tinggi yang kompleks seperti minyak zaitun extra virgin, bila dimakan dengan berbagai macam makanan polifenol padat sehat lainnya, akan memberikan dasar bagi masyarakat terutama mikroba pada usus.

Walaupun, lanjut Tim, penelitian ini tidak mengukur mikroba usus secara langsung, tapi manfaat mencolok dari diet Mediterania dan minyak zaitun extra virgin, terutama untuk meningkatkan kesehatan usus dan mikroba usus.

Kritik minyak zaitun, yang biasanya mempromosikan alternatif belum teruji, menyarankan suhu pembakaran yang lebih rendah membuat membuatnya lebih mungkin untuk menghasilkan karsinogen potensial dalam memasak. Tapi peserta Spanyol di persidangan teratur dimasak dengan minyak, meyakinkan tanpa konsekuensi kesehatan yang jelas.

"Mengubah cara pandang kita dengan mendidik orang-orang untuk menggunakan minyak zaitun ekstra virgin tinggi, kita bisa populasi dan mikrobiomes pada usus kita menjadi lebih sehat," pungkas Tim.

"Meskipun kita tidak mungkin untuk pernah cocok menjadi orang Yunani."

|independent|

Langkah CERDIK Mencegah Resiko Kanker Usus Besar

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya
 
×
×