logo


Banyuasin Genjot Tanam Padi Setahun 2 Kali

Kabupaten Banyuasin termasuk lumbung pangan utama penghasil beras di Sumsel

9 Oktober 2015 08:27 WIB

Bantuan alsintan untuk petani (Jitunews.com/Syafarudin)
Bantuan alsintan untuk petani (Jitunews.com/Syafarudin)

To support the program of planting rice twice a year, Banyuasin regional government, South Sumatra has provided an assistance of agricultural equipment for the farmer groups in 19 districts in the region. The aids of agricultural equipment are in the form of 49 two-wheel tractors, 6 four- wheel tractors, 32 planting tools, and 17 water pumps. The other assistance which has been given since early this year is 96 hand tractors in the first phase, 103 hand tractors and 2 harvester combine in the second phase, and 156 other hand tractors will be handed over in the third phase.

PALEMBANG, JITUNEWS.COM – Untuk mendukung program tanaman padi setahun sekali tanam menjadi setahun dua kali tanam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan bantuan peralatan mesin pertanian kepada kelompok petani di 19 kecamatan yang ada di wilayah tersebut

Bantuan peralatan mesin pertanian itu berupa 49 unit tracktor roda dua, 6 unit tracktor roda empat, 32 unit alat tanam dan  17 unit pompa air. Bantuan peralatan pertanian lainnya yang serahkan secara bertahap sejak awal tahun 2015 lalu masing-masing, tahap 1 sudah kita serahkan 96 unit handtraktor, tahap 2 sebanyak 103 Hand Tractor dan 2 Harvaster Combain serta tahap 3 nanti akan diserahkan lagi 156 handtraktor.

Bupati Kabupaten Banyuasin, Yan Antor Ferdian kepada jitunews.com di Pangkalan Balai, ibukota Kabupaten Banyuasin, Kamis, (8/10) mengatakan adalah untuk memudahkan petani dalam menggarap lahan pertaniannya.

"Sebenarnya kabupaten Banyuasin termasuk lumbung pangan utama penghasil beras di Sumsel, namun untuk mendukung program swasembada pangan yang digulirkan pemerintah pusat, kita akan menjadikan penanaman padi yang selama ini hanya setahun sekali, menjadi dua kali tanam setahun," katanya.

Untuk mensukseskan program itu, Pemkab melibatkan instansi terkait tingkat kabupaten dan penyuluh pertanian lapangan, untuk membimbing petani. Misalnya kapan musim tanam kedua akan dimulai, apakah cuaca cukup mendukung atau tidak. Harapannya petani tidak menemui gagal panen nantinya.

Rencana program tanam dua kali setahun akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober ini. Sedangkan musim tanam setahun sekali yang selama ini dilakukan petani di daerahnya antara bulan Februari dan Maret. (Syafaruddin)

Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid