logo


Harga Rumput Laut Anjlok, Petani di Bali Menjerit

Kondisi ini dirasakan jika harga rumput laut berada di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kilo

5 Oktober 2015 15:00 WIB

Rumput Laut (Bayu Erlangga/Jitunews)
Rumput Laut (Bayu Erlangga/Jitunews)


For some residents of Nusa Lembongan Island, Nusa Penida district, Klungkung, becoming a sea weed farmer is considered mouth watering. This was so, if the sea weed prices were ranging from Rp 10,000 to Rp 15,000 per kilogram. However, since 2013 the sea weed prices have been continually declining. The seaweed farmers in Nusa Lembongan don’t gain any profits from seaweed farming. This is due to the current low prices of sea weed ranging from Rp 4,000 to Rp 5,000 per kilogram.

KLUNKUNG, JITUNEWS.COM - Bagi sebagian warga yang berada di wilayah Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, profesi menjadi petani rumput laut dianggap menggiurkan.

Kondisi ini dirasakan tentunya jika harga rumput laut berada di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogramnya.

Namun sejak 2013 harga rumput laut ini terus merosot.  Petani rumput laut di Lembongan tidak merasakan keuntungan dari bertani rumput laut.

Hal itu dikarenakan saat ini harga rumput laut dirasa sangat rendah yaitu diharga Rp 5.000 per kilogramnya bahkan bisa mencapai Rp4.000.

Menurut salah seorang petani rumput laut, Gede Gita sepanjang hidupnya selama 30 tahun dihabiskan sebagai petani rumput laut.

Meski harga rumput laut anjlok pihaknya mengaku tetap bertahan sebagai petani rumput laut dikarenakan susah berpaling ke profesi lainnya.

"Sudah ada setahun harga rumput lautnya turun dari Rp 10 ribu menjadi Rp 5 ribu per kilo. Walau harganya sangat murah tapi saya tetap menjalani kegiatan bertani rumput laut karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa diambil," katanya, di Klungkung, Senin (5/10/2015).

Gita mengaku, tidak memasarkan rumput lautnya. Dirinya hanya mengandalkan pengepul untuk membeli rumput laut yang telah dikeringkan.

"Rumput laut yang saya Budidayakan ini tidak bisa dimakan. Khusus untuk kosmetik. Selain di pasarkan ke Jawa juga diekspor. Tapi melalui pengepul," ucap Gita.

Dari hasil Budidaya rumput laut untuk kosmetik ini pihaknya mengaku hanya mampu mengumpulkan hasil sekitar Rp 1 juta per bulan.

"Dari panen sampai bisa dijual prosesnya lama. Harus dijemur sampai kering selama 15 hari, sekarang hasilnya tidak sebanding dengan dulu," ujarnya. (Sukiswanti)

Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex