logo


Lelah Ditanya Soal Impor Beras, Jokowi: Tanya Kapan Kita Ekspor?

Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produktifitas hasil pertanian

5 Oktober 2015 10:00 WIB

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian saat mengunjungi Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10). (Dok.pribadi)
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian saat mengunjungi Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10). (Dok.pribadi)

SUKARHO, JITUNEWS.COM - Menjawab berbagai pertanyaan dari para awak media terkait ada tidaknya impor beras, Presiden Joko Widodo langsung menjawab dengan optimis setelah melihat produktifitas hasil panen petani. Jokowi bahkan, langsung balik bertanya kepada awak media untuk menanyakan soal kemungkinan ekspor beras kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Jangan menanyakan apakah kita Impor, tetapi tanyakan kepada Mentan, kapan kita melakukan ekspor,"demikian kata Presiden Jokowi, saat acara panen di Desa Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu (03/10) lalu.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa hingga saat ini banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produktifitas hasil pertanian kita. Di antaranya dengan memberikan sejumlah sumbangan dan bantuan kepada masyarakat baik berupa peralatan maupun berupa bibit dan pemupukan.

"Pemerintah sudah optimal dalam mengupayakan peningkatan produksi petani," jelas Jokowi.

Ia juga memastikan bahwa dalam pemberian sumbangan tersebut pemerintah tidak mau lepas tangan, tetapi menyediakan sejumlah tim penyuluh yang melibatkan banyak kalangan, diantaranya dari pihak Kementerian Pertanian, Babinsa, Mahasiswa dan juga masyarakat petani.

Sementara itu, Menteri pertanian(Mentan) Andi Amran Sulaiman, saat ditanyakan apakah kita melakukan langkah Impor menegaskan bahwa pihaknya belum mengambil langkah apakah impor atau tidak.

"Kita belum melangkah kesana, yang kita upayakan saat ini adalah bagaimana kita harus bekerja dan bekerja, mengoptimalkan semua potensi yang ada untuk sebuah hasil produksi yang maksimal,"demikian kata Andi Amran Sulaiman, saat mendampingi Presiden Jokowi kemarin.

Ia menambahkan, bahwa seperti halnya kegiatan panen padi yang dilakukan, kedatangan Presiden Jokowi guna memastikan dan melihat secara langsung produksi padi yang dihasilkan petani di daerah Sukoharjo dengan menggunakan varietas baru, decomposer baru dan sistem tanam baru.

“Ini kita lihat hasilnya sebentar, menurut laporan dari panitia, produksi padinya 9 hingga 11 ton per hektare. Ini sangat bagus dan sangat menggembirakan,” kata Mentan.

Sebenarnya yang perlu kita perhatikan dengan baik adalah pada proses dan upaya kerja keras yang dilakukan pemerintah pada saat ini dalam meningkatkan hasil produksi padi.

"Kita telah mengupayakan banyak hal untuk meningkatkan produksi petani kita dan kami berharap itu yang perlu untuk di apresiasi, bukan pada soal apakah Impor dan tidak Impor," tegas Mentan.

"Kemarin kita telah melakukan langkah Ekspor kacang Hijau, untuk seluruh Indonesia ada 60 ribu ton dan di salah satu tempat di Surabaya kemarin ada 3000 ton, ini sangat luar biasa, kita juga sudah melakukan langkah ekspor bawang 1500, Jagung 400 ribu dan ini yang enak kita bicarakan dan padi tunggu gilirannya."

Kita membandingkan data dan tidak berdasarkan rasa saja. Tahun 1998 dan 2015 sama-sama mengalami El Nino. Tahun ini El Nino lebih kuat bila dibandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998.

Untuk El Nino tahun 1998 kita melakukan Impor 7,1 juta ton, sementara total jumlah penduduk kita pada saat itu 200 juta, untuk saat ini jumlah penduduk kita sudah meningkat hingga 250 juta.

"Artinya kalau tidak ada upaya khusus dari pemerintah, dengan peningkatan jumlah penduduk yang ada harus siapkan 10 juta ton baru bisa mencukupi kebutuhan, tetapi sampai dengan detik ini sudah hampir 1 tahun pemerintahan kita belum melakukan Impor," tungkas Mentan.

Kementan dan Bappenas Sepakat Bersinergi Tingkatkan Produksi Pertanian

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Tommy Ismaya
 
×
×