logo


Masyarakat NTT Kecam Pelayanan PDAM yang Amburadul

Pasalnya, PDAM tidak memberikan pelayanan berupa air bersih kepada pelanggan sejak tahun 2012.

3 Oktober 2015 17:40 WIB

Warga membeli air bersih di Kabupaten Belu, NTT.(Dok.nttonline)
Warga membeli air bersih di Kabupaten Belu, NTT.(Dok.nttonline)

ATAMBUA, JITUNEWS.COM - Warga masyarakat Halifehan, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengecam jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu yang tidak becus dalam melakukan pelayanan.

Salah satu warga, Martino mengungkapkan, bahwa sistem pelayanan PDAM tersebut amburadul. Pasalnya, PDAM tidak memberikan pelayanan berupa air bersih kepada pelanggan sejak tahun 2012 sampai saat ini. Sehingga membuat pelanggan terpaksa membeli air bersih yang dijual pihak swasta dengan harga yang cukup mahal, yakni per tangki mobil air bersih dikenakan tarif Rp 80.000.

Hal ini sungguh terasa berat bagi kalangan masyarakat atau pelanggan yang berpenghasilan rendah atau di bawah Rp 1 juta. "Setiap bulan kami pasti membeli air tangki sebanyak 2 kali. Ini namanya kan konyol toh PDAM Belu. Percuma ada PDAM, tetapi air tidak keluar. Setiap bulan kami rutin membayar, tetapi apa buktinya? Air tetap tidak keluar," ungkap Martino kepada Jitunews, NTT, Sabtu (3/10).


Gubernur NTT Sebut Pertumbuhan Ekonomi NTT Terus Meningkat

Dirinya mempertanyakan, mengapa pelayanan PDAM Belu beberapa tahun belakangan ini masih saja bermasalah?. Sehingga masyarakat selaku pengguna jasa yang selalu menjadi korban.

"Saya menduga jangan sampai sudah manipulasi pelayanan. Sehingga kok yang menjadi korban adalah masyarakat. Bisa jadi dana bantuan itu telah disalah gunakan oleh pimpinan bersama staffnya (PDAM)," tuding Martino.

Menurut Martino, PDAM Belu selalu beralasan jika menjelang musim hujan dan musim kemarau. "Setiap tahun memasuki musim hujan dan musim kemarau, PDAM mulai ugal-ugalan. Mulai alasan inilah, itulah. Akhirnya masyarakat gigit jari, lantaran tidak adanya ketersediaan air bersih yang disiapkan PDAM Belu," kritiknya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Lusianus Loko Rain selaku Direktur PDAM Belu tidak berhasil dikonfirmasi. SMS yang dikirimkan pun tidak terkirim. Ketika ditelpon pun ponselnya tidak aktif. (Felixianus Ali)

Jokowi: Ketersediaan Air Menjadi Kunci Suksesnya Produksi di Sektor Pangan

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin