logo


Presiden Saksikan Panen Raya Hasil Teknologi 3 In 1 di Sukoharjo

Jika cara ini memang meningkatkan produksi hasil panen, maka akan dikembangkan di provinsi lain.

3 Oktober 2015 14:55 WIB

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian saat mengunjungi Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10). (Foto: Jitunews/Labib)
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian saat mengunjungi Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10). (Foto: Jitunews/Labib)

SUKOHARJO, JITUNEWS.COM – Hari ini, Sabtu (3/10/15), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng).

Dalam kunjungan itu, Presiden dan Mentan menyaksikan panen raya padi hasil penerapan teknologi atau metode di Denfarm 3 in 1 di Desa Sonorejo. Metode 3 in 1 merupakan perpaduan beka (dekomposer), hazton (tanam bibit tua dan jumlah banyak), dan pomi (perlakuan pupuk hayati). Metode hazton adalah cara tanam padi menggunakan bibit tua yang berumur 25-35 hari dengan penanamannya langsung 20-30 rumpun per lubang tanam.

“Saya ke sini bukan untuk urusan panennya, tetapi memastikan apakah pemakaian mikrobia Beka dan Pomi ini benar-benar menghasilkan biji yang banyak pada tanaman padi,” ungkap Presiden Jokowi kepada wartawan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10).


RI Dukung Penuh FAO Wujudkan Ketahanan Pangan Asia Tenggara

Menurut Jokowi, jika pemakaian kedua pupuk itu memang meningkatkan produksi hasil panen padi antara 10-11 ton per hektar, maka akan dikembangkan di sejumlah provinsi lainnya. Sebab, peningkatan itu membuat kenaikan produksi hasil panen dari yang normal yakni 30-40%.

Sebelumnya, Jokowi juga telah mengembangkan padi varietas baru bernama IPB 3S dan IPB 4S di Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat. Varietas baru ini dapat meningkatkan produksi sekitar 3 ton perhektar.

Sementara itu, Mentan Amran mengaku, akan segera menindaklanjuti padi varietas baru bernama IPB 3S dan IPB 4S serta beka (dekomposer) dan pomi (dekomposer) yang dikembang di Karawang dan Sukoharjo itu.

“Setelah melihat langsung hasil panen padi varietas baru (IPB 3S dan IPB 4S) serta pupuk organik beka dekomposer dan pomi dekomposer akan kami kembangkan di seluruh Indonesia,” imbuh dia.

Jika padi varietas baru dan kedua jenis pupuk organik itu dikembang di Indonesia, Amran menambahkan, akan menghasilkan pencapaian swasembada pajale (padi, jagung, dan kedelai) bagi Indonesia. “Artinya Indonesia tidak akan lagi mengalami ketergantungan pangan nasional terhadap negara lain,” tutup Amran. (Labib Zamani)

Kementan dan Bappenas Sepakat Bersinergi Tingkatkan Produksi Pertanian

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin