logo


Cara Jitu Menanam Melati Melalui Metode stek

'Jangan lupa untuk menyiram tanaman melati tersebut secara rutin di pagi maupun sore hari'

3 Oktober 2015 11:47 WIB

Melati.(Dok.tips)
Melati.(Dok.tips)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Melati adalah tanaman bunga yang memiliki warna putih bersih serta memancarkan aroma yang harum. Maka tak heran, tanaman yang satu ini pun dijadikan sebagai puspa bangsa atau bunga nasional. Tanaman ini termasuk kedalam keluarga zaitun (Oleaceae) dan terdiri dari 200 spesies yang memiliki habitat asli di wilayah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia dan Oseania.

Bunga yang dilambangkan sebagai bentuk kesucian dan kemurnian ini kerap digunakan dalam berbagai kegiatan adat suku bangsa yang ada di Indonesia. Kita bisa menemukan untaian bunga melati yang seringkali menghiasi mahkota rambut para pengantin wanita, seperti yang ada di suku Jawa dan Sunda.

Di berbagai wilayah yang ada di Nusantara, bunga ini memiliki beragam panggilan seperti Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Batak Karo), Mandaru (Menado), Mundu (Bima), Manyora (Timur) dan Malete (Madura).


6 Jenis Melati Yang Layak Anda Ketahui

Melati yang memiliki nama latin Jasminum ini memang menjadi kesayangan para penghobi tanaman hias, meskipun kepopulerannya masih kalah dibandingkan dengan anggrek, mawar maupun kamboja jepang. Padahal, tanaman yang satu ini tak kalah jauh mempesonanya. Karena selain menambah dekorasi halaman rumah, aroma wewangian yang ditebarkannya pun bisa berfungsi sebagai pewangi alami di rumah Anda.

Untuk menanamnya pun bisa dikatakan tidak terlalu sulit, para pemula yang ingin menanam tanaman ini di halaman rumah bisa mencoba menanamnya. Seperti yang dikatakan oleh pengusaha tanaman hias, Mardani, yang memiliki nursery bernama "Berkah" yang berlokasi dibilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Menurutnya, penanaman melati bisa dilakukan dengan cara di stek.

Ia pun membeberkan cara menanam bunga melati melalui metode stek, yakni dimulai dengan cara mencari tanaman melati yang sudah tua dan memotong batangnya sepanjang 12 cm. Selanjutnya, siapkan polybag berukuran sedang yang sudah terisi dengan tanah lalu ditancapkanlah batang tanaman melati tersebut dan letakkan polybagnya di daerah yang terkena sinar matahari.

“Setelah ditanam, jangan lupa untuk menyiram tanaman melati tersebut secara rutin di pagi maupun sore hari,” terang Mardani.

Selanjutnya, Mardani menuturkan, jika tanaman stek tadi telah berumur dua bulan, maka harus dipindahkan ke media yang lebih besar lagi. Mengingat tanaman melati adalah jenis tanaman rambat yang memerlukan lahan yang cukup luas.

Tak hanya itu saja, agar memperoleh nutrisi untuk perkembangannya, melati harus diberi pupuk kompos sebulan sekali dan disiangi dari gulma yang seringkali tumbuh disekitar tanaman.

“Gulma yang tumbuh bisa menjadi benalu, karena bisa menyerap zat-zat penting yang diperlukan oleh melati,” tutup Mardani diakhir perbincangan.

7 Tips Sukses Berkebun Bunga bagi Pemula

Halaman: 
Penulis : Hartati, Deni Muhtarudin