logo


Hangatnya Laba Usaha Budidaya Jahe Merah, Mau?

Usaha budidaya ini mampu mendatangkan omzet sekitar Rp 450 juta

2 Oktober 2015 12:25 WIB

Budidaya jahe merah. (Ist)
Budidaya jahe merah. (Ist)

SUKABUMI, JITUNEWS.COM - Budidaya jahe merah bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong yang berada di antara tanaman keras atau disebut dengan sistem tumpang sari. Seperti dilakukan oleh PT Priangan, yang dimiliki oleh PT Mitra Sejahtera Abadi, yaitu perusahaan Logistik dan Agroindustri.

Irwan Nugraha yang dipercaya untuk mengelola usaha PT Priangan, memBudidayakan jahe merah di sela-sela tanaman keras seperti sengon dan jabon (sistem tumpang sari) di daerah Sukabumi, yang berada tidak jauh dari pantai Pelabuhan Ratu Jawa Barat.

Penanaman jahe merah dilakukan PT Priangan secara tumpang sari bersamaan dengan tanaman keras sengon dan jabon. Dalam Budidaya jahe merah yang dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman keras, tiap 1 ha hanya membutuhkan bibit dalam bentuk rimpang sebanyak 1 ton. Namun apabila tidak menggunakan sistem tumpang sari, kebutuhan bibit untuk 1 ha sebanyak 2 ton.

Dari 1 ha penanaman bibit bisa dipanen sebanyak 10-15 ton jahe merah dalam waktu 9 bulan atau 12 bulan. Agar bisa panen 1 bulan sekali, maka dilakukan pola tanam bergilir dengan menanam di lahan seluas 2 ha di bulan pertama, kemudian di bulan berikutnya juga dilakukan di lahan lain seluas 2 ha, dan seterusnya.

Hasil panen rimpang jahe merah milik PT Priangan ini dibagi dua, sebagian dijualĀ  ke industri obat dan jamu, dan sebagian lainnya untuk pembibitan sendiri. Jahe merah yang ditanam setelah 1 tahun bisa digunakan untuk bibit. Irwan mengaku PT Priangan masih kewalahan memenuhi pesanan jahe merah, antara lain dari Belanda yang membutuhkan 300 ton jahe merah per bulan namun belum bisa dipenuhi.

Dikatakan Irwan, sampai saat ini yang masih menjadi kendala usaha ini adalah cuaca, misalnya musim kemarau yang berkepanjangan. Apalagi area perkebunan PT Priangan lokasinya di lereng gunung dan penyiramannya tergantung hujan. Irwan menyiasati hal tersebut dengan menjadikan jahe merah yang siap panen sebagai calon bibit. Sebab jika dijual hasilnya kurang memuaskan karena bila kurang air maka bobot hasil panen bisa menurun.

Jika diasumsikan harga jual jahe merah ini Rp 18 ribu/kg dan panen sekitar 20-30 ton per 2 ha, maka dapat diasumsikan bahwa usaha Budidaya ini mendatangkan omzet sekitar Rp 450 juta. Fantastis kan?

Obati Gagal Ginjal dengan Daun Sukun

Halaman: 
Penulis : Riana