logo


Mau Coba Buat Onggok Sendiri? Ikuti Panduan Jitunya Berikut Ini

Proses fermentasi onggok tersebut membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari

2 Oktober 2015 10:21 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Tahukah Anda, limbah industri pengolahan singkong ternyata bisa bermanfaat sebagai pakan ternak?

Ya, limbah yang bernama onggok alias ampas singkong tersebut merupakan pakan ternak yang paling mudah didapat dengan harga murah dibandingkan pakan jenis lain seperti bekatul. Selain itu, meski terbilang limbah, onggok masih memiliki kandungan karbohidrat sebagai sumber energi, nilai gizi, protein, lemak, dan air yang tinggi. Oleh karena itu, onggok memang cocok menjadi pakan hewan ternak. Apalagi, ternak yang diberi asupan onggok cenderung lebih gemuk, sehat, dan bobot badannya lebih berat

Proses pembuatan onggok dilakukan dengan cara fermentasi dengan menggunakan Aspergillus niger. Yakni, semacam kapang atau jamur. Ada juga campuran urea dan amonium sulfat sebagai sumber nitrogen anorganik. Ini akan membuat onggok memiliki kandungan energi lebih tinggi untuk pakan hewan ternak.

Proses fermentasi tersebut membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari. Sebelum onggok akan difermentasikan, ampas singkong terlebih dahulu dijemur di bawah terik matahari.

Pengeringan adalah bagian penting sebelum dilakukan fermentasi pada onggok. Itu sebabnya, proses pengeringan onggok harus betul-betul sempurna dan dilakukan di bawah terik matahari. Pengeringan yang dilakukan di bawah terik matahari tersebut akan membuat ampas limbah yang basah berubah bentuk seperti pasir kasar dan berwarna putih. Sedangkan, ampas limbah yang setengah kering atau masih basah akan berbentuk seperti batu kerikil dengan kelir coklat dan hitam.

Jika musim panas dan matahari tengah terik, pengeringan hanya butuh waktu sehari. Sementara, di musim hujan bisa memakan waktu 3 hingga 7 hari. Onggok biasanya dijemur di atas lantai atau tanah.

Untuk proses fermentasinya, onggok yang telah kering dicampur dengan mineral dan diaduk rata. Ditambah dengan campuran air hangat 5-8 liter dan biarkan beberapa menit. Ini untuk menambah unsur mineral dalam onggok.

Lalu, setelah onggok sudah dingin barulah dicampur Aspergillus niger. Campuran kapang inilah yang membuat onggok memiliki protein yang tinggi. Setelah didiamkan selama 5 hingga 7 hari, onggok diremas-remas dan dikeringkan, baru setelah itu siap dikemas dan dijual ke pabrik pakan ternak.

Selamat mencobanya ya!



Cek! Ini Jurus Jitu Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih

Halaman: 
Penulis : Riana