logo


Genjot Pertumbuhan Bunga Krisan Pakai Bakteri! Klik di Sini!

Penggunaan BP3T dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan pestisida

1 Oktober 2015 16:12 WIB

Panen bunga krisan. (Ist)
Panen bunga krisan. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam Budidaya bunga krisan, penyakit yang paling sering menyerang tanaman ini adalah penyakit karat putih. Selain itu rusanya lahan pertanian, akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia juga bisa menghambat pertumbuhan bunga tersebut.

Apabila bunga krisan terkena penyakit karat putih yang disebabkan oleh bakteri Puccinia horiana Henn., maka bisa merusak daun secara nyata dan menurunkan kualitas bunga.

Karena itu untuk mengendalikan hama tersebut maka petani biasanya melakukan pemupukan dan upaya pengendalian dengan menggunakan pupuk dan fungisida kimia sintetis. Penggunaan pupuk dan pestisida sintetis selain dapat menimbulkan kerusakan tanah, resistensi dan resurgensi pada patogen target, juga menyebabkan residu yang dapat membahayakan kesehatan para pelaksana dalam pemBudidayaan tanaman tersebut.

Penggunaan bakteri perakaran pemicu pertumbuhan tanaman (BP3T) atau Plant Growth Promoting Rhizobactreria (PGPR) merupakan salah satu cara melaksanakan program pertanian organik. BP3T telah digunakan sebagai bahan aktif pada pembuatan pupuk dan pestisida hayati.

Penggunaan BP3T dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan pestisida, juga akan mengurangi dampak pencemaran air tanah dan lingkungan yang timbul akibat pemakaian pupukdan pestisida kimia berlebihan. Oleh karena itu, aplikasi biofungisida dan pupuk hayati berbahan aktif BP3T merupakan alternatif penggunaan sarana produksi yang disarankan.

BP3T dilaporkan juga dapat berperan sebagai bakteri pemicu pertumbuhan yang dapat menginduksi ketahanan tanaman. Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh bakteri ini pada tanaman inangnya dapat mempengaruhi perkembangan fisiologi tanaman dan memberikan ketahanan terhadap penyakit.

Interaksi antara tanaman dan BP3T dapat berupa simbiosis mutualisme yang melibatkan adanya jalur biokimia di mana bakteri tersebut dapat menghasilkan hormon pertumbuhan tanaman yang sesuai seperti indole-3-acetic acid (IAA), gibberellic acid dan cytokinin, sementara tanaman menyediakan kenyamanan dan perlindungan bagi BP3T dari tekanan lingkungan dan kompetisi antagonistik dari mikroorganisme lainnya.

Dengan adanya BP3T ini, penggunaan bahan pencemar berbahaya yang diakibatkan dari penggunaan pupuk an organik dan pestisida, yang berlebihan dapat diminimalisir.

PT Jimmulya Kembangkan Magic Green, Pupuk Organik yang Kaya Mineral

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Ali Hamid