logo


Kemarau, Lahan Persawahan di Klaten Dibiarkan Kosong

Banyak petani yang membiarkan lahan persawahaannya tidak ditanami padi.

1 Oktober 2015 15:22 WIB

Ilustrasi kekeringan. (Ist)
Ilustrasi kekeringan. (Ist)

KLATEN, JITUNEWS.COM - Musim kemarau telah mengakibatkan lahan persawahaan di beberapa daerah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dibiarkan kosong atau tidak ditanami. Hal itu karena tidak tersedianya air untuk sumber pengairan.

Menurut Ketua Forum Komunikasi dan Informasi Simpul Petani (FKISP) Klaten, Wening Swasono, beberapa daerah yang dibiarkan lahan persawahaan itu kosong antara lain, Juwiring, Wonosari, Trucuk, Pedan, dan Karangdowo. Dia menyebutkan, daerah itu sudah menjadi langganan setiap kemarau tiba.

"Ya, daerah-daerah itu sudah menjadi langganan kemarau. Sebab sumber air di sana memang sulit dicari. Jika ada petani yang menggunakan disel justru menimbulkan konflik warga kampung sekitar," ungkap Wening, Kamis (1/10).

Sehingga, lanjut Wening, banyak petani yang membiarkan lahan persawahaannya tidak ditanami padi.

"Ada beberapa petani yang mengganti tanaman palawija. Seperti jagung, kedelai, kacang-kacangan, dan lain-lain. Karena tanaman ini tingkat kebutuhan airnya lebih sedikit dibandingkan Budidaya padi," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk menyelamatkan lahan persawahan dimusim kemarau diperlukan adanya sumur dalam dan embung. Sumber air yang dihasilkan dari sumur dalam dan embung ini dinilai efektif untuk menyelematkan padi.

Namun demikian, kata Wening, untuk pembuatan sumur dalam membutuhkan dana yang cukup besar.

"Yang menjadi permasalahan saat ini jika sudah dibangun (sumur dalam) kalau tidak ada yang menjaga sama saja. Sumur dalam akan rusak dan tidak terawat," imbuhnya.(Labib Zamani)

Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid