logo


Plus Minus Memilih Waralaba Baru dengan Waralaba Lama

Lama atau barunya waralaba terkadang bukan menjadi patokan mengenai keberhasilan

1 Oktober 2015 15:30 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dengan menjamurnya jenis waralaba di Indonesia, seringkali pencari waralaba menjadi binggung menentukan mana waralaba yang layak ia pilih. Apalagi, apakah harus memilih waralaba baru yang menawarkan berbagai fitur menarik dan inovatif, atau haruskan memilih waralaba yang telah berdiri lebih lama, tampak stabil dan dalam fase maturity.

Apakah sebuah waralaba adalah baru ataupun lama, terkadang bukan menjadi patokan mengenai keberhasilan dan pertumbuhan. Bisa saja waralaba yang baru didirikan menjadi sangat prospektif dan memberikan keuntungan, dan juga bisa berkembang sangat baik di masa depan. Begitu juga sebaliknya, bukan tidak mungkin warlaba yang telah lama berdiri ternyata memberikan hanya sedikit return.

Hanya saja, faktor risiko bisa bertalitemali dengan berapa lama sebuah waralaba telah berdiri. Untuk waralaba yang baru saja hadir, tentu faktor risiko menjadi relatif lebih tinggi daripada waralaba yang telah lama tersedia. Tapi, Anda juga harus melihat apakah waralaba yang baru tersebut adalah bagian dari sebuah grup yang terdiri dari beberapa waralaba lain yang telah sukses.

Asal Anda tahu, ada tiga jenis pewaralaba yaitu risktaker, moderat dan risk avoider. Bila Anda moderat, sudah jelas Anda akan memilih bermain di zona aman. Bila Anda adalah tipe pengambil resiko, maka ada kecenderungan ia dapat mengambil sebuah waralaba yang baru berdiri. Harapannya, menjadi pendahulu dari merek dagang tersebut dengan beragam keuntungan. Misalnya, kemudahan proses biaya set up yang lebih rendah, penguasaan pasar, dan lain sebagainya.

Jika Anda penghindar risiko, maka cenderung untuk mengambil jenis waralaba yang telah lebih lama dan mapan untuk meminimalkan resiko. Konsekuensinya, waralaba tersebut telah memiliki jauh lebih banyak unit atau cabang, biaya set up yang lebih tinggi, dan menawarkan lebih sedikit kemudahan sehubungan lebih banyak peminatnya.

Terlepas dari baru atau lamanya sebuah waralaba, hal terpenting yang perlu diketahui adalah konsep bisnis dari sebuah waralaba, apakah cukup solid memiliki target atau potensial market yang baik dan sesuai dengan minat calon terwaralaba. Untuk mengetahui hal ini perlu dilakukan reset yang dapat dilakukan dengan menghadiri pameran waralaba dan meminta business proposal kit dari pewaralaba.

Business proposal kit ini harusnya menjadi standar, di mana pewaralaba telah menyiapkan berbagai media cetak dan video untuk memberikan penjelasan mengenai bidang usahanya. Tujuannya jelas, agar pencari informasi bisa mendapatkan pemahaman yang baik mengenai usaha pewaralaba.

Mewah! Royal Garden Bridal Luncurkan Koleksi Gaun Pengantin Ala Putri Raja

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah