logo


Keren, BBP2HP Ciptakan Beras Analog dari Rumput Laut! Seperti Apa?

Selain sehat dan mengandung serat tinggi, beras ini pun dapat menjadi alternatif pengganti beras alami

1 Oktober 2015 10:00 WIB

Rumput Laut (Bayu Erlangga/Jitunews)
Rumput Laut (Bayu Erlangga/Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Rumput laut merupakan tanaman dari jenis algae atau ganggang multiseluler. Hasil ekstraksi rumput laut dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan pembuat agar-agar saja, namun ekstrak rumput laut pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau sebagai bahan tambahan untuk industri makanan, farmasi, kosmetik, dll.

Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan rumput laut, pada tahun 2013 lalu, Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP) melakukan inovasi pengolahan produk bernilai tambah berbasis rumput laut yaitu beras analog rumput laut.

Adapun keunggulan beras analog rumput laut ini selain sehat dan mengandung serat tinggi, juga dapat menjadi alternatif pengganti beras alami sebagai sumber makanan pokok dengan memanfaatkan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, jagung, dll. Keunggulan lainnya, produk ini profitable dan layak dikembangkan dalam skala industri.

Bahan pembuatan beras analog rumput laut antara lain adalah rumput laut Eucheuma spp hasil perendaman sebagak 200 gram, tepung beras menir 500 gram, tepung singkong/mokaf 500 gram, air, minyak nabati 30 gram, dan gliserin mono stearat (GMS) 2 gram.

Sedangkan peralatan yang digunakan diantaranya adalah alat ekstraksi, alat pengering, blender, mixer, pisau, talenan, dan wadah.

Untuk proses pengolahannya adalah sebagai berikut :

Persiapan peralatan dan kelengkapan kerja. Peralatan dan perlengkapan kerja disiapkan untuk memudahkan proses pengolahan. Peralatan dan perlengkapan kerja harus dalam keadaan bersih dan harus dapat dioperasionalkan.

Perendalam dan pencucian. Rumput laut kering direndam selama ± 2 malam dan dilakukan pencucian serta penggantian air setiap 12 jam. Beras menir direndam selama ± 1 jam, dicuci sampai bersih dan tiriskan.

Penimbangan. Beras, rumput laut hasil perendalam, air, minyak, dan GMS ditimbang sesuai dengan ukuran.

Penggilingan. Beras menir digiling menjadi tepung yang halus.

Pencampuran. Bahan-bahan yang sudah dihaluskan dicampur dengan menggunakan mixer dan diaduk hingga homogen.

Proses ekstraksi. Alat ekstraksi di-setting pada suhu 80-90 °C. Bahan-bahan yang sudah homogen dimasukkan secara perlahan-lahan ke dalam alat ekstraksi hingga proses ekstraksi selesai. Beras hasil ekstraksi kemudian ditampung dalam wadah yang bersih.

Pengeringan. Beras analog dikeringkan dengan menggunakan alat pengering pada suhu 65-70 °C selama ± 6-8 jam.

Pengemasan. Beras analog rumput laut dikemas mengunakan plastik dengan jenis dan berat sesuai spesifikasi. Proses pengemasan harus dilakukan secara saniter dan higienis.

Menurut hasil uji analisis BBP2HP, beras analog rumput lautnya ini mengandung nilai gizi seperti kadar air 12,77%, karbohidrat 77,85%, kadar abu 0,59%, protein 8,72%, lemak 0,07%, dan serat pangan 11,82%.

Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Halaman: 
Penulis : Riana