logo


Cerahnya Peluang Ekspor Budidaya Buah Tropis, Omzetnya Milyaran!

Selain ekspor, Saeful juga kerap melayani pasar lokal

30 September 2015 14:58 WIB

Ilustrasi buah tropis. (Ist)
Ilustrasi buah tropis. (Ist)


Indonesia as an agricultural country rich in agricultural products has a tremendous opportunity in the export of agricultural products, one of which is an export of tropical fruits such as mangosteen, mangoes, oranges, bananas and so on. M. Andrean Saeful is one of the export-oriented fruit tree growers. Through his business established in 2007, Saeful as he is commonly addressed can make Indonesian domestic fruit well known at the global market.

MAJALENGKA, JITUNEWS.COM - Indonesia sebagai negara agraris yang kaya hasil pertanian mempunyai peluang yang sangat besar dalam ekspor produk pertanian, salah satunya ekspor buah-buahan tropis seperti manggis, mangga, jeruk, pisang dan sebagainya. Adalah M. Andrean Saeful, salah satu pelaku usaha Budidaya buah orientasi ekspor tersebut. Lewat usaha yang didirikan sejak tahun 2007 lalu, Saeful, panggilan akrabnya, mampu membuat buah lokal Indonesia berjaya di pasar dunia.

Saat memulai usaha sebagai petani dan eksportir buah, Saeful merogoh kocek sekitar Rp 150-200 jutaan. Uang tersebut dipakainya untuk membeli lahan, membeli sekitar 1.400 bibit buah, dan biaya pupuk organik.

“Dulu saya itu pedagang buah impor di Pasar Caringin Bandung dari tahun 2000 s/d 2005. Sekarang saya fokus bertani buah yang saya pasarkan untuk ekspor aja deh, lebih menyenangkan dan hasilnya bisa buat investasi pensiun nanti,” papar Saeful.

Jenis komoditi buah untuk pasar ekspor yang diBudidayakan Saeful antara lain mangga, manggis, sirsak, jeruk limo, dan jeruk nipis. Menurut Saeful, negara yang paling tinggi permintaan ekspornya untuk jenis mangga, jeruk limo dan jeruk nipis adalah negara Dubai. Selain buah, Saeful juga memBudidayakan cabai rawit dan rimpang jahe.

“Kalau cabai rawit hanya untuk pasar lokal saja karena keuntungannya lumayan bisa menutupi biaya operasional tanaman buah. Sementara jahe itu ada permintaan dari India dan Pakistan,” ujar Saeful.

Selain ekspor, Dunia Segar Abadi juga kerap melayani pasar lokal. Permintaan pasar lokal tersebut datang dari penjual buah di pasar-pasar tradisional, bukan dari minimarket atau swalayan. Selain itu, Saeful kerap menerima permintaan dari beberapa perusahan minuman seperti PT Ultra Jaya.

Saat ini kapasitas produksi hasil panen buah milik Saeful bervariasi, misalnya mangga dalam setahun sebanyak 70 - 100 ton, manggis 50 ton, sirsak 50 ton, jeruk 80 ton, jahe 20-40 ton.

“Itu pun panennya tidak sekaligus, dari bulan Juni sampai akhir tahun bisa 3-5 kali panen. Jadi terkadang saya kerap kekurangan stok buah karena banyaknya permintaan,” tambah Saeful.

Jika kapasitas produksi komoditi mangga per tahun sekitar 70-100 ton, manggis 50 ton, sirsak 50 ton, jeruk 80 ton, dan jahe 40 ton, maka bisa diasumsikan Saeful mampu merogoh omset sekitar Rp 5,1 miliar per tahun atau rata-rata Rp 400 juta per bulan. Nilai yang sangat fantastis bukan?

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana