logo


Harga BBM Batal Berubah Hingga 1 Januari 2016

Jika perubahan harga BBM dilakukan dalam waktu satu bulan sekali, pihaknya merasa terlalu cepat

30 September 2015 13:10 WIB

Menteri ESDM Sudirman Said.(Dok.pesisirone)
Menteri ESDM Sudirman Said.(Dok.pesisirone)

The Ministry of Energy and Mineral Resources has decided not to change the price of gasoline and diesel fuel until 1 January 2016. Minister of Energy and Mineral Resources Sudirman Said said the Ministry had evaluated the time of price changes for gasoline and diesel fuel. In the evaluation, the Ministry had taken a sample of one-month, three-month and six-month changes.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk tidak akan mengubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan solar hingga 1 Januari 2016.

Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan, Kementerian ESDM telah melakukan evaluasi waktu perubahan harga BBM untuk Premium dan Solar. Dalam evaluasi tersebut, Kementerian ESDM mengambil sampel satu bulan perubahan, tiga bulan perubahan dan enam bulan perubahan.

"Kami berusaha mencari pola yang baik itu berapa bulan sekali," ungkap Sudirman, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan, Jakarta, Rabu (30/9).

Sudirman menambahkan, jika perubahan harga BBM dilakukan dalam jangka waktu satu bulan sekali, pihaknya merasa terlalu cepat, sedangkan untuk enam bulan sekali juga dianggap terlalu lama. Oleh sebab itu, Kementerian ESDM memutuskan parameter yang ideal adalah tiga bulan sekali.

Sehingga, terhitung 1 Oktober 2015, pemerintah memutuskan untuk menilik ulang harga BBM setiap tiga bulan sekali. Dengan begitu, perubahan harga akan diputuskan kembali untuk periode selanjutkan pada 1 Januari 2016 nanti.

Perubahan jangka waktu satu bulan dianggap terlalu cepat, karena jika harga BBM untuk Premium dan Solar setiap satu bulan sekali akan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat yang akan berpengaruh kepada inflasi dan target pertumbuhan ekonomi.

Sementara jika jangka waktu perubahan waktu enam bulan sekali dianggap terlalu lama, karena perubahan harga minyak dunia sangat dinamis. Sehingga, jika perubahan enam bulan sekali bisa mempengaruhi pembukuan dari PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan yang mendapat mandat sebagai penyalur BBM jenis Premium dan Solar.

"Jadi kalau enam bulan terlalu panjang. Akhirnya kami pilih tiga bulan," jelas Sudirman.

Menurut Sudirman, dengan penetapan waktu perubahan setiap tiga bulan sekali, dapat menjaga kestabilan perekonomian, karena harga BBM sangat mempengaruhi harga komoditas lain.

"Kesimpulan kami tadi rasanya sudah cukup nyaman untuk kami membaca dan ingin ada stabilitas bagi masyarakat supaya tidak naik turun dan tidak terlalu panjang," tungkas Sudirman.

|berbagai sumber|


Gunakan GasMin, Industri Kecil di Sidoarjo Mampu Tingkatkan Omset Secara Efektif

Pertamina Berikan Apresiasi Kepada Purwakarta dalam Penggunaan Gas Non Subsidi

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya