logo


Klik! Ini Cara Jitu Aplikasikan Papain dalam Pakan Nila

Pelet yang telah tercampur papain sebaiknya digunakan dalam 1 hari pemakaian

28 September 2015 12:24 WIB

Pemberian pakan ikan nila dengan potongan daun pepaya.(Dok.bibit)
Pemberian pakan ikan nila dengan potongan daun pepaya.(Dok.bibit)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Enzim papain adalah enzim protease yang terkandung dalam getah papaya, baik dalam buah, batang maupun daunnya. Sebagai enzim yang berkemampuan sebagai memecahkan molekul protein, dewasa ini papain pun dimanfaatkan dalam usaha Budidaya ikan, tak terkecuali ikan nila. Hal ini bertujuan untuk mendukung efisiensi biaya produksi usaha Budidaya ikan nila sekaligus untuk memacu produktivitas ikan nila sendiri.

Menurut perekayasa di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, DJPB-KKP, Akhmad Rivai, enzim papain mampu berperan dalam membantu meningkatkan daya cerna nutrisi yang terdapat dalam pakan.

Seperti dikutip dari laman Trobos Aqua, Akhmad mengaplikasikan hipotesisnya pada 3 ribu ekor benih ikan nila ukuran 6-8 cm dan berat awal 4,46 gram per ekor di jala apung yang berukuran 4 x 4 meter. Terdapat 2 perlakuan yang dilakukan Akhmad, yaitu nila diberi pelet saja sebagai kontrol, dan nila yang diberi pelet dan enzim papain (pelet+enzim). Adapun pakan yang diberikan mengandung protein dikisaran 25-28%. Sementara suhu lingkungan Budidaya antara 27,3-32,1 °C, DO 4,19 dan pH 6,7.

Komposisi pemberian enzim papain yang dilakukan Akhmad adalah sebanyak 50 ml per kg pakan. Enzim tersebut kemudian dicampurkan pada pakan. Enzim papain ini dibuat dengan mengekstrak pepaya muda yang dikupas, dicuci, dan diblender dengan ditambahkan 1% soda kue dan 1% CMC (Carboximetilcelulosa). Campuran itu lalu di oven pada suhu sekitar 60 °C dan dikeringkan semalaman.

Untuk menyiapkan campuran enzim papainnya, blender diisi dengan 1 liter air bersih yang sidah bebar dari kaporit. 1 bungkus enzim papain yang berisi 5 gram dimasukkan ke dalam air kemudian diblender lalu dilarutkan secara sempurna. Enzim cair bisa dituangkan ke dalam botol untuk disimpan beberapa hari dan lebih aman disimpan di lemari pendingin atau langsung digunakan.

Jika ingin digunakan, enzim papain cair diambil sebanyak 50 ml untuk membatasi setiap 1 kg pelet yang bisa dilakukan secara manual atau dengan semprotan. Pelet selanjutnya diangin-anginkan selama 10 menit, kemudian dapat diberikan ke nila. Akhmad mengatakan, pelet yang telah tercampur enzim papain sebaiknya digunakan dalam 1 hari pemakaian untuk menghindari berkembangnya jamur pada pelet.

Cek! Ini Jurus Jitu Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×