logo


Harga Minyak Terbebani Suplai yang Melimpah

Salah satu sebab membanjirnya pasokan minyak adalah dicabutnya embargo ekonomi terhadap Iran

25 September 2015 09:37 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menurunnya persediaan minyak mentah Amrika Serikat (AS), membuat pasar minyak metah global tertolong untuk saat ini. Namun meskipun demikian, harga minyak mentah global masih sulit untuk naik, sebab pasar global masih kelebihan pasokan.

Melansir dari Bloomberg pada Kamis (24/9) pkl 15.19 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2015 di New York Merchantile Exchange (NYME), terlihat naik 1,01% ke level US$ 44,93/barel. Meski demikian, sepanjang bulan ini, harga minyak mentah secara keseluruhan masih mengalami penurunan sebesar 10,01%.

Menurut Research and Analyst Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, pasar minyak mentah global mendapatkan angin segar setelah persediaan di AS menyusut akhir-akhir ini.


Banjir Melanda, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG Aman

Berdasarkan catatan dari Energy Information Administration (EIA), persediaan minyak mentah AS per pekan lalu berkurang 1,9 juta barel. Penurunan ini melebihi perkiraan, yaitu 1 juta barel.

Apalagi, kilang minyak North Sea Buzzard di Inggris dikabarkan bakal ditutup per Oktober 2015. Penutupan ini lebih cepat dari rencana awal, yakni pada bulan November 2015 mendatang. Hal ini diperkirakan akan cukup mengurangi pasokan.

Pasalnya, kilang minyak tersebut merupakan pemasok minyak mentah terbesar di Inggris. "Namun, faktor tersebut tak lantas menyelesaikan persoalan utama, yakni oversupply di pasar global. Sehingga, kenaikan harga mungkin hanya sementara," ungkap Putu kepada wartawan baru-baru ini, Jakarta.

Di samping itu, Putu menambahkan, masih ada ancaman peningkatan pasokan dari beberapa negara pengekspor minyak lainnya, seperti Afrika Barat, Amerika Utara, dan Timur Tengah. Belum lagi, Iran diperkirakan bakal mengekspor 500.000 barel sehari setelah Eropa resmi mencabut embargo ekonominya.

Bahkan, Iran berpeluang menggenjot ekspor hingga 1 juta barel sehari jika pertemuan antar petinggi perusahaan minyak Eropa dan Iran sepakat bekerjasama. Sekadar informasi, pada Kamis kemarin, sekitar 500 perwakilan perusahaan Eropa dan Iran bertemu di Geneva, Swiss.

“Tanpa Iran saja stok sudah banjir, apalagi dengan kiriman dari Iran, harga bisa semakin tenggelam,” tutup Nizar Hilmy seorang analis SoeGee Futures.

Genjot Produksi Minyak Indonesia, Kementerian ESDM Kerja Sama dengan Petrokimia Gresik dan IPB

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin