logo


Dari Jenderal Hingga Pedagang Asongan Pernah Dibela Bang Buyung

Cerita manis tentang Adnan Buyung pun bermunculan termasuk dari anggota dewan

23 September 2015 00:00 WIB

Adnan Buyung Nasution. (Dok. Kompas)
Adnan Buyung Nasution. (Dok. Kompas)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari ini, Rabu (23/9) Indonesia kembali kehilangan figur terbaik bangsanya. Pengacara senior Adnan Buyung Nasution menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 81 tahun. Cerita manis tentang Adnan Buyung pun bermunculan termasuk dari anggota dewan.

Politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani memiliki pandangannya sendiri tentang Adnan Buyung. Arsul menyebut Adnan adalah tokoh Indonesia yang tak pernah membeda-bedakan orang.

Almarhum, ucap Arsul, adalah pribadi yang luar biasa. Pembawaannya yang ramah dan rendah hati membuat Adnan dicintai banyak orang.

"Almarhum pribadi yang humble, ramah ke semua orang. Saya belum pernah lihat ada orang yang dibeda-bedakannya. Perlakuannya sama terhadap orang biasa ataupun orang penting," aku Arsul di gedung wakil rakyat, Rabu (23/9).

Arsul mengaku bahagia pernah bekerja sama dengan Adnan saat menjadi pembela umum pada era 80-an. Bahkan kehangatan masih dirasa oleh Arsul saat dirinya menjenguk almarhum saat masih terbaring di Rumah Sakit Pondok Indah Senin (21/9) malam.

"Kehangatan yang sama masih saya rasakan seperti saat menjadi asisten pembela umum di Jakarta pada pertengahan 1980-an, ketika Senin malam kemarin saya menjenguknya di RSPI," ungkapnya.

Bagi Arsul, Adnan adalah figur vital dalam upaya memperjuangkan HAM. Bahkan, dalam dokumentasi Arsul, Adnan pernah memperjuangkan hukum dari segala kalangan. Mulai dari penganut Islam garis keras, jenderal, bahkan orang biasa.

"ā€ˇWiranto pernah dibelanya, pedagang asongan yang diburu Sudomo di era 80-an juga pernah. Bahkan mereka yang berideologi komunis sampai Islam garis keras seperti Abu Bakar Ba'asyir juga pernah," pungkasnya.

Rachel Vennya Tidak Ditahan, PPP Singgung Keadilan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan