logo


Pengusaha: Dwelling Time Turun karena Impor Juga Turun

Dengan penurunan ini seharusnya pemerintah mampu menekan dwelling time hingga 2 hari

23 September 2015 00:00 WIB

Ilustrasi di pelabuhan peti kemas. (Dok.jurnalasia)
Ilustrasi di pelabuhan peti kemas. (Dok.jurnalasia)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Waktu bongkar muat atau dwelling time yang turun menjadi 4,3 hari dinilai bukan disebabkan reformasi yang dilakukan di pelabuhan. Penurunan dwelling time lebih disebabkan impor Indonesia yang terus menurun, sehingga mempercepat waktu bongkar muat. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masyita mengatakan, dengan penurunan ini seharusnya pemerintah mampu menekan dwelling time hingga 2 hari.

"Dweling time turun kan karena impor turun, sekarang cuma 4,3 hari katanya dibawah target seharusnya bisa mencapai 2 hari kalau impor turun seperti ini," tuturnya di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta pada Rabu (23/9).

Menurutnya dwelling time bukanlah alat ukur dari mekanisme impor. Tetapi lebih merupakan alat ukur kecepatan operator pelabuhan dalam memproses bongkar muat barang. Yang menjadi masalah saat ini adalah custom and clearence di Indonesia itu berlangsung di tengah-tengah proses dwelling time sehingga membuat waktu bongkar muat menjadi lebih lama.

"Konsep dweling time itu bukan alat ukur proses impor, dweling time alat ukur apakah operator pelabuhan efisien apa engga? Karena di Indonesia proses custom and clearence adanya di tengah-tengah dweliing time itu sehingga lama. Dweling time benar-benar mengukur operator pelabuhan bukan kinerja impor yang masuk ke Indonesia," lanjutnya.

Saat ini penurunan dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok bukanlah disebabkan operator pelabuhan yang bekerja lebih baik, melainkan memang kinerja ekspor yang melemah. Sehingga waktu bongkar muat menjadi sangat cepat dari yang sebelumnya.

"Ini kan impor turun, dibanding tahun lalu itu turunnya sampai 50% ya otomatis dwelling timenya jadi lebih cepat," lanjutnya.

Tetapkan 5 Program Unggulan, Kemenkop dan UKM: Produk Lokal Selevel dengan Produk Import

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan