logo


Harga Beras Berangsur Naik, Warga Belu Gigit Jari

Beras yang dijual seharga Rp 10.500 itu, hanya untuk dijadikan makanan ayam dan sejenisnya

23 September 2015 13:00 WIB

Harga beras di Atambua. (Dok.pribadi)
Harga beras di Atambua. (Dok.pribadi)

ATAMBUA, JITUNEWS.COM - Masyarakat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa gigit jari lantaran harga beras mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya, harga beras hanya dijual dengan harga Rp 9.000 saja. Tetapi, melemahnya nilai tukar rupiah, masyarakat justru keberatan untuk memperoleh pangan.

"Beras per kilo dijual Rp 11.000 ribu. Itu beras Mol. Sedangkan beras merk Lonceng, dijual per kilo Rp 13.000 ribu. Kami tidak tahu kenapa sampai terjadi begini," tutur Mateus, warga Atambua yang sedang membeli beras di Pasar Baru Atambua kepada Jitunews, Rabu (23/9).

Kenaikan harga beras, menurutnya, lantaran dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah. Terlebih lagi, suhu politik yang tengah melemah sehingga tidak mampu meredam gejolak harga pangan di pasaran.

"Jika situasi semacam ini terus dibiarkan, maka yang akan menjadi korban adalah masyarakat Indonesia. Kasihan kalau situasi begini, semua elit politik terus berkelahi. Sebaiknya pikirkan kesejahteraan masyarakat. Rakyat butuh makan minum," ungkap Mateus sambil tersenyum.

Sementara itu di tempat terpisah, hal yang sama diakui oleh Ingrina pedagang beras mol. Dirinya sebagai pedagang beras mol mengambil dari distributor atau produsen seharga Rp 10.500 ribu. Lalu menjual kembali dengan harga Rp 11.000 ribu per kilo gram.

"Saya jual per kilo hanya Rp 11.000 ribu saja. Karena saya beli dari pihak distributor Rp 10.500 ribu. Saya hanya untung Rp 500 saja," kata Ingrina.

Namun, lanjut Ingrina, pihak distributor memang masih menjual beras dengan harga Rp 10.500. Tapi tidak menjamin mutu atau kualitas dari beras tersebut. Sebab, beras yang dijual seharga Rp 10.500 itu, hanya untuk dijadikan makanan ayam dan sejenisnya.

"Masa beras rusak yang dijual Rp 10.500 itu, mau dimakan sama manusia? Tentunya tidak to? Ya, saya beli kembali untuk dikasih makan ayam dan unggas lainnya," pungkas dia.

Berdasarkan pantauan Jitunews di Pasar Baru Atambua dan beberapa toko yang menjual beras, memang ditemukan harga beras mengalami kenaikan. Perlu diketahui juga, kenaikan harga beras itu belum mempengaruhi harga jual kebutuhan pangan lainnya. Sehingga sangat diharapkan peran serta Pemerintah setempat, untuk menormalkan gejolak harga di pasaran, khususnya di Kabupaten Belu, NTT.

|Felixianus Ali|Yasinta Bau|Maria Yosephina Jawa Baribe|

Bantah Akan Musnahkan Beras Bulog, Buwas Akan Lakukan Hal Ini

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya