logo


Tips Jitu Ajarkan Anak Jadi Pemimpin

Untuk menghasilkan kepemimpinan tersebut dibutuhkan beberapa aspek yang saling berkesinambungan

22 September 2015 10:23 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tidak sedikit orang tua yang mengharapkan anaknya menjadi seorang pemimpin. Baik sebagai pemimpin dalam konteks luas yaitu ketika anak terjun ke lingkungan sosial dan mulai tumbuh untuk berinteraksi secara dewasa. Atau menjadi pemimpin dalam lingkup kecil yaitu pemimpin untuk dirinya sendiri agar dapat mengatur diri dan menyelesaikan masalah jika menghadapi konflik serta dapat membawa pengaruh positif terhadap lingkungan di sekitar. Sesungguhnya menjadi pemimpin tak harus menjadi seorang Presiden, tetapi menjadi pemimpin di berbagai aspek kehidupan baik untuk dirinya sendiri dan orang lain sudah menjadi sesuatu yang dapat dibanggakan.

Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi.,M.Si, Psikolog, dalam membicarakan soal kepemimpinan, hal utama yang menjadi sorotan bukanlah mengenai anak yang berada di depan untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi, membicarakan banyak aspek yang saling mempengaruhi satu sama lain untuk menghasilkan kepemimpinan tersebut.

”Seperti halnya bagaimana anak menjadi percaya diri sehingga mempunyai pendapat sendiri, bagaimana anak dapat mempengaruhi orang lain dalam berbagai cara. Misalnya membujuk  dalam melakukan sesuatu, mendelegasikan sesuatu atau mengajak melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama-sama,” ujar Anna kepada JITUNEWS di Klinik Terpadu, di Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Untuk menghasilkan kepemimpinan tersebut dibutuhkan beberapa aspek yang saling berkesinambungan seperti kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, bersosialisasi dengan lingkungan dan orang lain.     
 
”Dalam aspek kemampuan berkomunikasi, anak sebaiknya dibimbing untuk berbicara dengan lancar dan berkomunikasi yang tepat. Misalnya, mengucapkan kata pertama di usia satu tahun. Mengucapkan kalimat di usia dua tahun dan di usia 5-6 tahun anak sudah mulai bercakap-cakap,”tambahnya.

Saat anak mulai belajar bercakap-cakap, sebagai orang tua sebaiknya mendengarkan dan saling berinteraksi agar nantinya anak terbiasa untuk menjalin komunikasi dengan lingkungan.

Untuk kemampuan membujuk orang lain untuk melakukan sesuatu yang positif demi kemajuan bersama tentu saja anak harus memiliki kemampuan bersosialisasi. Untuk memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik pastinya harus didukung dengan banyaknya pengalaman bersosialisasi. Misalnya sejak kecil, ia mempunyai teman-teman untuk belajar bersama. Selain belajar bersama, anak sebaiknya pernah mengalami masalah dengan teman-temannya agar dia belajar mengatasi masalah tersebut.

”Jika anak memiliki masalah, biarkan anak untuk berusaha menyelesaikan masalahnya tersebut. Orang tua jangan terlalu banyak melindungi atau membela anak karena akan membuat anak menjadi tidak belajar dan kurangnya pengalaman dalam mengatasi konflik yang terjadi,”pungkasnya.

Siap-siap Menyapih Anak? Yuk Intip Cara Menyapih Tanpa Drama Ala Zaskia Adya Mecca

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah