logo


Ini Strain Baru Salak Unggulan Sleman, Probo. Tertarik Budidayakan?

Salak madu Probo ini sudah dikembangkan sekitar 2003, oleh seorang warga bernama Probo

21 September 2015 10:44 WIB

Salak madu probo. (Dok. Sobatjogja)
Salak madu probo. (Dok. Sobatjogja)

SLEMAN, JITUNEWS.COM - Kabupaten Sleman memang identik sebagai penghasil salak pondoh. Meski begitu, Pemkab Sleman terus melakukan penelitian dengan mengembangkan varietas-varietas unggulan baru. Salah satu varietas baru diberi nama salak madu Probo.

Salak madu Probo ini sudah dikembangkan sekitar 2003, oleh seorang warga bernama Probo, di Dusun Soko, Desa Merdikorejo, Kecamatan Sleman. Wujud fisik salak tersebut memang tidak beda dengan salak varietas pondoh super. Namun ciri khas salak pondoh madu Probo, selain rasanya manis, kulitnya agak halus dan bagus (mengilat).

Salah satu pemBudidaya salak yang kepincut akan pecona salak Probo ini adalah Mujono. Alasan Mujono tertarik mengembangkan salak Probo lantaran salak ini memiliki citarasa yang enak dan harga jualnya tinggi. Dikutip dari laman Trubus, Mujono mengebunkan salak Probo sebanyak 700 batang di lahan 2.500 m2 sejak tahun 2010 silam.

“Saya tertarik mengembangkan madu Probo karena harganya bagus,” kata Mujono, yang sebelumnya mengembunkan salak pondoh.

Saat ini, salak madu Probo milik Mujono berumur 5 tahun dan menghasilkan 15 kg per rumpun. Artinya, saat musim panen raya pada November-Januari ia menuai 105 ton madu probo.

Menurut pemBudidiaya salak Probo lainnya, Sugeng Riyanto, meski salak ini memiliki banyak keunggulan, nyata buah famili Arecaceae ini juga memiliki kekurangan. Menurut Sugeng, masa simpan salak Probo ini terbilang singkat, yakni hanya tahan 5 hari setelah panen. Berbeda dengan pendahulunya, salak pondoh yang bisa tahan hingga 7 hari.

Menurut Periset salak dari Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Solok, Sumetera Barat, Ir Sri Hadiati MP, daya simpan salak berhubungan dengan kadar air. Artinya, jika daya simpan singkat berarti kandungan air dalam buah relatif tinggi.

Sugeng juga menuturkan, hasil panen perdana salak Probo tidak bisa maksimal. Musababnya, 30% buah sisik ular itu rusak karena serangan semut, sedangkan semut pada pondoh hampir tidak ada. Apalagi buah perdana relatif dekat dengan tanah sehingga semut mudah menyerang.

Terlepas dari kekurangannya tersebut, nyatanya permintaan salak madu Probo ini terbilang tinggi. Menurut pembibit dan pemBudidaya salak Probo lainnya, Maryanto, permintaan tersebut kebanyakan datangnya dari Jakarta.

“Permintaan banyak dari Jakarta. Saya sendiri selalu mengirimkan salak ke Jakarta 2 kali sepekan. Sekali kirim bisa 200-300 kg salak,” tutur Maryanto.

Menyoal harganya sendiri, harga salak madu Probo terdiri dari atas beberapa grade atau tingkatan.Harga salak kelas A, terdiri atas 13-14 buah per kg, harganya dibanderol Rp 13.500/kg. Sementara harga salak kelas AB, terdiri atas 13-14 buah per kg, dibanderol Rp 12.500/kg.

Selain buah, Maryanto pun menerima permintaan akan bibit salak Probo. Diakuinya, permintaan bibit Probo pun relatif banyak. Sedikitnya, ia bisa menjual sekitar 1.000 bibit Probo per bulannya. Harga bibit asal cangkok setinggi 80-150 cm dibanderol Rp 20-35 ribu/batang. Menurutnya, konsumen yang membeli bibit tersebut berasal dari berbagai kota seperti Medan, Bogor, dan Makassar.



Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana