logo


Ketua KPK Dukung Pemerintah Lewati Krisis Ekonomi

Ketua KPK: Saya Sudah Lewati 3 Kali Resesi Ekonomi, Saya Siap Untuk Resesi Keempat

21 September 2015 00:00 WIB

Ketua KPK Taufiqurrahman Ruqi. (Dok. Kompas)
Ketua KPK Taufiqurrahman Ruqi. (Dok. Kompas)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruqi mengatakan bahwa dirinya sudah pernah mengalami berbagai resesi yang melanda negeri ini, dan dirinya siap jika terjadi keempat kalinya. Ia mengatakan Indonesia sudah 3 kali dilanda resesi dan sebagai saksi hidup dirinya menyatakan bahwa Indonesia hari ini adalah Indonesia yang tangguh.

"Negeri ini sudah alami krisis 3 kali, pertama itu tahun 1950 setiap Rabu saya harus antre minyak tanah, rumah saya di Petamburan. Makan saja waku itu cuma nasi jagung, keluarga besar dengan sebelas anak. Betapa ayah saya yang hanya PNS itu sulit sekali," tuturnya di Jakarta pada Senin (21/9).

Selain krisis tahun 1950, dirinya juga turut menyaksikan negeri ini dilanda krisis ekonomi pada tahun 1965 dan tahun 1998. Tetapi kendati kerap dilanda krisis terbukti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh, yang mampu belajar dari kesalahan masa lalu sehingga sampai saat ini Republik Indonesia masih ada.

"Krisis kedua tahun 1965, saya sudah pengen kuliah akhirnya masuk ABRI karena tidak punya uang. Ketiga tahun 1998 anak saya sedang semester 8, saya sudah janji kalau dia lulus dengan IP 3,6 saya kuliahkan di luar negeri eh krisis. Dia bilang bapak ini hebat, level kolonel saja bisa kuliahkan anaknya ke luar negeri, tapi bapak yang jenderal kok tidak bisa," lanjutnya.

Menurutnya bila Indonesia saat ini memasuki masa krisis ekonomi, dirinya tetap optimis bangsa ini bisa melaluinya dengan baik. Dengan upaya pemerinah saat ini yang terus menggenjot performa ekonomi Indonesia untuk terus bergairah. Dengan bersatu padu, maka sesulit apapun situasi yang dihadapi hal tersebut akan dapat dilalui.

"Sekarang terjadi krisis yang parah, saya sudah siap. Saya siap orang saya tinggal (menunggu) mati saja. Saya cuma ingin, mari kita jaga Indonesia 70 tahun ke depan, 100 tahun ke depan, supaya Indonesia eksis dan menjadi lebih unggul di Asia dan Dunia," lanjutnya.

Setnov Jadi Tersangka, Fahri: Pimpinan DPR RI Akan Tetap Kompak Bekerja Kolektif dan Kolegial

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan