logo


Normalisasi Jaringan Irigasi Bantu Petani Atasi Kekeringan

Ada sekitar 6 ribu hektar lahan sawah yang bisa diselamatkan dari ancaman kekeringan

20 September 2015 00:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk menyelamatkan lahan pertanian dari ancaman kekeringan, selain memberikan bantuan pompa air, Pemerintah Indonesia juga melakukan normalisasi aliran irigasi. Seperti di Cikarang, Bekasi, setidaknya ada sekitar 6 ribu hektar lahan sawah yang bisa diselamatkan dari ancaman kekeringan dengan kegiatan normalisasi jaringan irigasi.

"Untuk kegiatan normalisasi ini, pemerintah melakukan pengerukan jaringan irigasi sekunder. Dengan pengerukan tersebut diharapkan air bisa lancar mengalir ke jaringan tersier," ujar Sekdit Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Abdul Madjid di Jakarta, Minggu (20/9).

Abdul berharap, dengan normalisasi jaringan irigasi petani bisa segera memulai tanam padi. Dari hasil pantauan di lapangan, khususnya di Cikarang,  setelah ada normaliasasi lahan sawah petani yang telah kekeringan sejak 3 bulan lalu mulai basah tergenang air.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Bahagia Widodo mengatakan, musim kemarau tahun ini membuat petani tidak bisa tanam karena aliran air saluran sekunder Sukatani sampai ke wilayah Desa Karang Bahagia, seperti tahun lalu.

"Ini terjadi karena terjadi sedimentasi saluran irigasi yang sudah lama dan belum ada pengerukan," ungkap Widodo.

Akibatnya tahun ini petani hanya bisa tanam dua kali. Padahal jika ada air, maka petani bisa tanam tiga kali. "Alhamdulillah setelah pemerintah membuat taskporce untuk normalisasi jaringan irigasi, air mulai masuk sawah petani," katanya.

Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Vicky Anggriawan